
hariansuara.com, Jakarta - Serangan udara menghantam pusat penampungan imigran Selasa malam di pinggiran ibu kota Libya, Tripoli dan menewaskan sedikitnya 40 orang.
Malek Mersek, juru bicara kementerian kesehatan pemerintah yang didukung PBB, mengatakan Rabu pagi 40 orang tewas dan sekitar 80 lainnya terluka dalam serangan di pusat penampungan imigran di Tajoura, Tripoli.
Tajoura berada sekitar 15 km sebelah timur pusat kota Tripoli dan terletak di tepi pantai Mediterania.
Tak lama setelah serangan itu, pemerintah yang berbasis di Tripoli mengeluarkan pernyataan yang menyalahkan Tentara Nasional Libya (LNA), yang dipimpin oleh Khalifa Hafta, atas serangan mematikan itu.
LNA sendiri telah memimpin kampanye militer sejak April dalam upayanya mengambil alih Tripoli.
Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR) menyatakan keprihatinan tentang serangan tersebut. "Warga sipil seharusnya tidak pernah menjadi target," tulis UNHCR Libya di halaman Twitter-nya.
Libya adalah tempat keberangkatan utama bagi para migran tidak berdokumen dari negara-negara Afrika dan Arab ke Eropa melalui laut, tetapi banyak dari mereka dihentikan oleh penjaga pantai Libya dan ditahan di pusat-pusat imigran di Libya.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU