
hariansuara.com, Jakarta - Sebanyak 38 jurnalis tewas di 20 negara dari Januari hingga akhir Juni tahun ini, kata Press Emblem Campaign (PEC).
Angka tersebut turun dari periode yang sama tahun lalu dan PEC menganggap penurunan itu sebagai perkembangan positif. Tetapi tren itu masih sangat mengkhawatirkan di dua negara dimana 9 wartawan telah tewas dalam enam bulan di Meksiko dan 6 di Afghanistan.
Kelompok-kelompok teroris di Afghanistan dan kelompok-kelompok kriminal di Meksiko bertanggung jawab atas harga tinggi yang dibayarkan untuk pekerja media.
"Komunitas internasional harus membangun mekanisme independen yang dapat memerangi impunitas ketika lembaga-lembaga nasional tidak efisien atau tidak cukup untuk mengisi kesenjangan dalam pencegahan, perlindungan dan penuntutan," kata Sekretaris Jenderal PEC, Blaise Lempen.
PEC menyerukan kepada pemerintah, asosiasi dan masyarakat sipil untuk terus terlibat dalam masalah keselamatan jurnalis mengurangi setidaknya setengah dari korban di kalangan pekerja media di seluruh dunia.
Didirikan pada Juni 2004 oleh kelompok jurnalis internasional, PEC adalah organisasi non-pemerintah dengan status khusus konsultatif PBB, yang tujuannya adalah memperkuat perlindungan hukum dan keselamatan jurnalis di zona konflik, wilayah kerusuhan sipil, atau misi berbahaya.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU