
Jakarta - Perdana Menteri Shinzo Abe menyerukan respon internasional yang kuat dan bersatu untuk program nuklir Korea Utara dalam pembicaraannya dengan mantan pemimpin Kuba Fidel Castro, pada Kamis waktu setempat.
Kuba adalah salah satu dari beberapa sekutu diplomatik Korea Utara, bersama dengan China, dan sesama anggota gerakan non-blok yang dibentuk pada tahun 1961 oleh negara-negara yang ingin menghindari keberpihakan dengan Amerika Serikat atau Uni Soviet.
Korea Utara telah menguji senjata nuklir dan rudal balistik pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya tahun ini dan mengklaim telah menguasai kemampuan mengembangkan hulu ledak pada rudal balistik.
"PM Abe menjelaskan perlunya komunitas internasional menanggapi ini dalam kesatuan," kata juru bicara kementerian luar negeri Jepang Yasuhisa Kawamura dilansir Reuters, Jumat, (23/9/2016).
Fidel Castro mengunjungi situs atom pertama di dunia pemboman Hiroshima pada tahun 2003 dan meninggalkan pesan di buku tamu "Semoga kebiadaban seperti tidak pernah terjadi lagi". Dia mengatakan kepada Abe, isu program nuklir Pyongyang harus diselesaikan secara damai melalui dialog.
Perdana Menteri Jepang bertemu Raul Castro kemudian di malam harinya untuk membahas bagaimana Jepang dan Kuba dapat memperdalam hubungan bilateral, khususnya di bidang ekonomi dan komersial. Jepang memiliki sejarah panjang terkait perdagangan dengan Kuba, mengimpor makanan laut, tembakau dan kopi .
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU