
hariansuara.com, Jakarta - Iran siap untuk melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat jika Washington mencabut sanksi terhadap Teheran, kata Presiden Iran Hassan Rouhani.
"Kami selalu siap untuk negosiasi. Saya katakan pada Anda saat ini untuk meninggalkan intimidasi dan mencabut sanksi dan kembali ke logika dan kebijaksanaan," kata Kantor Berita Mehr Iran mengutip Rouhani.
Para pemimpin Perancis, Jerman dan Inggris, penandatangan Eropa dari perjanjian nuklir Iran 2015 mengatakan pada hari Minggu mereka sangat prihatin tentang ketegangan yang meningkat di wilayah Teluk. Mereka mengatakan ketegangan itu cenderung membahayakan perjanjian kecuali jika pihak-pihak terkait bergabung di meja pembicaraan yang sama.
Pada Mei tahun lalu, Washington secara sepihak mengabaikan perjanjian nuklir Iran dan memulai kembali memberi sanksi kepada Iran.
Pada 8 Mei, Iran berhenti menerapkan beberapa komitmennya di bawah kesepakatan dan menetapkan batas waktu 60 hari bagi Eropa untuk membantu Iran memetik manfaat ekonomi dari kesepakatan itu.
Pada 7 Juli, ketika batas waktu berakhir, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi mengumumkan bahwa Iran siap untuk mulai memperkaya uranium di luar level 3,67 persen yang ditetapkan dalam kesepakatan nuklir Iran. Pada 8 Juli, Iran mengumumkan bahwa mereka telah meningkatkan konsentrasi uranium yang diperkaya menjadi 4,5 persen dari 3,67.
Menyusul pengumuman Teheran, Wakil Presiden AS Mike Pence, bersama dengan pejabat senior pemerintah Trump lainnya, bersikukuh untuk terus memberi tekanan ekonomi terhadap Iran.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU