
Jakarta - Presiden Turki Tayyip Erdogan menuduh AS memasok lebih banyak senjata untuk pejuang Kurdi di Suriah utara pada pekan ini.
Dalam sebuah pidato di New York pada hari Kamis, dilansir Reuters, Jumat, (23/9/2016), Erdogan berkomentar hal ini cenderung menambah ketegangan antara Turki dan Washington lantaran dukungan AS untuk pasukan Unit Perlindungan Rakyat (YPG) Kurdi yang terlibat dalam operasi melawan pejuang ISIS.
Turki adalah bagian dari koalisi yang dipimpin AS dalam memerangi ISIS, tetapi memandang YPG kurdi dan sayap politik PYD sebagai perpanjangan dari militan Kurdi yang telah melakukan pemberontakan tiga dekade di Turki.
"Jika Anda berpikir Anda dapat menyelesaikan ISIS dengan YPG dan PYD, Anda tidak bisa, karena mereka adalah kelompok teroris juga," kata Erdogan dalam komentar yang disiarkan televisi Turki.
"Tiga hari yang lalu Amerika menjatuhkansenjata dari dua pesawat di Kobani untuk kelompok teror ini," katanya yang menambahkan ia telah mengangkat isu ini dengan AS Wakil Presiden Joe Biden yang tidak memiliki pengetahuan tentang ini.
Amerika Serikat, yang melihat YPG sebagai mitra strategis utama dalam memerangi Negara Islam di Suriah, menjatuhkan senjata untuk kelompok ini di kota yang sebagian besarnya Kurdi pada tahun 2014. Erdogan mengatakan bahwa setengah dari senjata itu disita oleh ISIS.
Kobani dikepung oleh ISIS selama empat bulan pada akhir tahun 2014, sekitar 35 km (20 mil) timur dari kota perbatasan Suriah Jarablus. Operasi "Efrat Shield” dirancang untuk membersihkan pejuang ISIS dari daerah perbatasan selatan Turki tetapi juga membawa pasukan pemberontak Turki dan Suriah ke dalam konflik dengan YPG.
Juru bicara Erdogan Ibrahim Kalin akan mengesampingkan kemungkinan Turki bergabung dengan operasi yang dilancarkan pasukan koalisi terhadap militan ISIS di kubu mereka Raqqa jika YPG ambil bagian.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU