
Jakarta - Polisi di Charlotte, North Carolina mengatakan mereka tidak akan merilis video penembakan Keith Lamont Scott kepada publik.
Kerr Putney, kepala Departemen Kepolisian Charlotte-Mecklenburg, mengatakan ia tidak berniat merilis video penembakan fatal Keith Lamont Scott, pria kulit hitam oleh seorang polisi.
Putney dikutip Xinhua, Jumat, (23/9/2016), mengatakan video itu tidak pantas untuk ditayangkan ke publik. Namun dia mengatakan menghormati permintaan keluarga Scott untuk menonton video tersebut. Hal ini membantu menyelesaikan sengketa antara polisi dan keluarga Scott perihal pertanyaan apakah Scott mempersenjatai pistol atau tidak ketika penembakan terjadi.
Petugas polisi Brentley Vinson, yang juga keturunan Amerika Afrika, menembak dan menewaskan Scott di kompleks apartemen Selasa lalu saat Scott memegang pistol. Tapi keluarga Scott menolak klaim tersebut dan mengatakan bahwa Scott tidak memegang pistol melainkan sebuah buku.
Penembakan yang menewaskan Scott telah memicu dua malam protes kekerasan di Charlotte sejak Selasa, di mana para perusuh bentrok dengan polisi anti huru hara, jendela pecah, mobil dirusak, dan menyerang orang yang tidak bersalah dan wartawan.
Dilaporkan 17 petugas polisi dan sembilan warga sipil terluka dalam kerusuhan dan 44 ditangkap oleh polisi.
Keadaan darurat diberlakukan di Charlotte Rabu malam oleh Gubernur North Carolina Pat McCrory, yang memerintahkan pengerahan Garda Nasional dan State Highway Patrol untuk membantu pasukan penegak hukum setempat untuk mengembalikan ketertiban kota.
Jaksa Andrew Murray, kepala jaksa negara di Charlotte, mengatakan dalam sebuah pernyataan hari Kamis meminta penyelidikan seperti yang diminta oleh keluarga Scott. Reykia Scott, istri Scott, merilis sebuah pernyataan mendesak pengunjuk rasa untuk damai. Dia mengatakan, mengerti frustrasi warga, tetapi menyakiti orang atau merusak properti bukanlah jawaban.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU