Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Pembakar Studio Animasi di Jepang Pernah Rampok Toko

Internasional
21 Jul 2019
Pembakar Studio Animasi di Jepang Pernah Rampok Toko

hariansuara.com, Jakarta -  Pria yang diduga membakar studio Animasi di Kyoto dan mengakibatkan 34 orang meninggal adalah seorang pendiam, suka bermain game tanpa henti dan pernah merampok toko.

Terduga yang bernama Shinji Aoba yang berusia 41 tahun menuangkan bahan bakar di sekitar pintu masuk dan berteriak "Mati" ketika membakar gedung studio itu.

Polisi telah mengkonfirmasi identitas Aoba dan mengatakan dia sebelumnya pernah menerima hukuman terkait perampokan sebuah toko.

Shinji sendiri belum ditangkap karena masih berada di rumah sakit untuk perawatan luka bakar di seluruh tubuhnya.

Shinji Aoba tinggal sendirian di lantai dasar gedung apartemen dua lantai di pinggiran Omiya, sekitar 500 km sebelah timur Kyoto. Tetangga sebelahnya melihat dirinya sering tidak terawat dan jarang berbicara dengan siapa pun.

"Saya belum pernah melihatnya keluar di siang hari, bahkan ke toserba. Saya teratur mendengarnya keluar sekitar tengah malam," kata tetangga Shinji.

Musik dari video game meraung-raung dari apartemen Aoba setiap saat dan pernah ada keluhan dari tetanga tentang kebisingan pada tahun lalu.

Pada 14 Juli, beberapa hari sebelum serangan mematikan itu, Aoba pernah juga cekcok salah paham dengan tetangga karena suara bising.  Saat itu Aoba mulai menggedor tembok untuk mengeluh tentang kebisingan.

Ketika tetangga yang temboknya digedor itu pergi ke apartemen Aoba untuk memberitahu bahwa suara itu berasal dari unit lain, dia mendengar raungan nyaring di dalam apartemennya."Ketika Shinji  Aoba keluar dari apartemennya, matanya merah dan dia mulai meneriaki saya," kata tetangga itu.

"Dia mencengkeram kerah bajuku dan mulai menarik rambutku. Mengerikan."

Aoba tinggal di apartemen Omiya selama sekitar tiga tahun. Media di Jepang mengatakan dia telah pindah ke sana menyusul pembebasannya dari penjara karena merampok sebuah toko di sebelah timur Tokyo pada 2012. Dia juga menerima perawatan untuk penyakit mental.(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X