
Jakarta - Duta Besar AS untuk PBB menuduh sikap barbarisme Rusia atas pemboman kota Aleppo di Suriah.
Pada pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB, Samantha Power mengatakan Rusia telah berbohong kepada dewan tentang perilakunya di Suriah.
Dia menambahkan Rusia dan rezim Suriah "meletakkan sampah ke apa yang tersisa dari sebuah ikon kota Timur Tengah". Namun, Duta Vitaly Churkin membantah pasukan Rusia terlibat.
Dilansir BBC, Senin, (26/9/2016), Power mengatakan, perdamaian ke Suriah hampir mustahil sekarang. Dia juga menuduh kelompok bersenjata oposisi mensabotase gencatan senjata.
Kota utara Aleppo telah menjadi medan pertempuran utama dalam perang saudara lima tahun di Suriah.
Organisasi Save the Children mengatakan pada Minggu, sekitar setengah dari korban yang ditarik dari puing-puing adalah anak-anak. Satu rumah sakit mengatakan, 43% dari cedera adalah anak-anak, dan kru ambulans Suriah mengatakan lebih dari 50% mereka yang dijemput selama 48 jam terakhir adalah anak-anak.
Power dalam pertemuan juga mengatakan, Rusia yang mendukung rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad, telah lama memiliki kekuatan untuk menghentikan penderitaan ini. Power menuduh Rusia mempersiapkan serangan udara terhadap Aleppo timur, bahkan pada saat Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov mengatakan ke PBB, Rusia berkomitmen untuk solusi damai.
Power mengatakan kepada dewan supaya memiliki keberanian seraya mengatakan siapa yang bertanggung jawab dan mengatakan Rusia dengan satu suara untuk berhenti.
Beberapa perwakilan pada pertemuan tersebut menyarankan Rusia mungkin telah melakukan kejahatan perang selama pemboman konvoi kemanusiaan di dekat Aleppo pada hari Senin pekan lalu.
Namun, sekali lagi Rusia membantah melakukan serangan, yang menghancurkan 18 dari 31 truk bantuan. Ia mengatakan justru pemberontak atau pesawat tanpa awak AS yang bertanggung jawab.
Utusan khusus PBB di Suriah Staffan de Mistura mengatakan sedikitnya 213 warga sipil telah tewas sejak serangan dimulai, banyak dari mereka wanita dan anak-anak. Dia mengatakan konflik telah mencapai " horror tingkat tinggi".
“Laporan menunjukkan Rusia telah menggunakan senjata pembakar di Aleppo, yang katanya "membuat bola api intensitas sehingga mereka menerangi kegelapan lapangan di Aleppo seolah-olah itu siang hari". Katanya.
Dia juga mengatakan, Rusia dan rezim Suriah menggunakan apa yang disebut bunker busting bom yang dirancang untuk menembus bumi dan menghancurkan target bawah tanah. "Penggunaan sistematis dan senjata tersebut di daerah warga sipil bisa disebut kejahatan perang," katanya.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU