
Jakarta - Presiden Kolombia Juan Manuel Santos dan pemimpin pemberontak Marxis Timochenko akan menandatangani kesepakatan damai pada Senin guna mengakhiri perang setengah abad yang menewaskan seperempat juta orang di negara itu.
Setelah empat tahun perundingan di Havana, Presiden Santos dan Timochenko akan berjabat tangan kali pertamanya di tanah Kolombia di depan para pemimpin dunia.
Kesepakatan mereka untuk mengakhiri konflik Amerika Latin terlama. Kelompok gerilya FARC akan menjadi partai politik dan akan bertarung di kotak suara bukan medan perang.
Dilansir Reuters, (26/9/2016), sekitar 2.500 pejabat asing dan lokal akan menghadiri upacara di kota kolonial Cartagena, "Aku tidak percaya hari ini akhirnya datang, kedamaian akan datang ke Kolombia," kata Juan Gamarra, salah satu warga. Para tamu yang hadir termasuk Ban Ki-moon, Presiden Kuba Raul Castro, Sekretaris Negara AS John Kerry dan korban konflik.
Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC) memulai pergerakan sebagai pemberontakan petani. FARC yang menjadi pemain besar dalam perdagangan kokain dan memiliki sebanyak 20.000 pejuang akan menyerahkan senjata kepada PBB dalam waktu 180 hari.
"Ini hari yang penting, sekarang kita bisa melawan politik, tanpa darah dan tanpa perang," kata Duvier, seorang pemberontak yang menghadiri konres FARC kongres pekan lalu di selatan Yari Plains.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU