
hariansuara.com, Jakarta - Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia prihatin dengan demonstrasi yang berlangsung di Hong Kong dan eskalasi kekerasan yang telah terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Komisaris Tinggi mengutuk segala bentuk kekerasan atau perusakan properti dan mendesak semua orang yang berpartisipasi dalam demonstrasi untuk mengekspresikan pandangannya dengan cara damai.
"Kita menyerukan kepada pihak berwenang dan rakyat Hong Kong untuk terlibat dalam dialog terbuka dan inklusif yang ditujukan untuk menyelesaikan semua masalah dengan damai. Ini adalah satu-satunya cara mencapai stabilitas politik jangka panjang dan keamanan publik dengan menciptakan saluran bagi orang-orang untuk berpartisipasi dalam urusan publik dan keputusan yang mempengaruhi kehidupan mereka,"kata Juru Bicara Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Rupert Colville, Rabu, (14/8/2019).
Hak kebebasan berekspresi dan berkumpul secara damai dan hak untuk berpartisipasi secara tegas diakui dalam Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia, serta Kovensi Internasional tentang Hak Sipil dan Politik yang dimasukkan dalam Hukum Dasar Hong Kong.
Kantor Hak Asasi Manusia PBB telah mengkaji bukti kredibel dari petugas penegak hukum yang menggunakan alat yang dilarang oleh norma dan standar internasional. Sebagai contoh, saat menembakkan tabung gas air mata ke daerah-daerah yang ramai dan tertutup dan secara langsung pada para pemrotes berulang kali, menciptakan risiko kematian atau cedera serius yang cukup besar.
Komisaris Tinggi mendesak otoritas Hong Kong untuk segera menyelidiki insiden-insiden ini, untuk memastikan personel keamanan mematuhi aturan keterlibatan, dan jika perlu, mengubah aturan keterlibatan para pejabat penegak hukum dalam menanggapi protes di mana hal ini mungkin tidak sesuai dengan standar internasional.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU