
Jakarta - Presiden Kolombia Juan Manuel Santos mengatakan perdamaian dengan kelompok pemberontak Revolutionary Armed Forces of Colombia (FARC) akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan memungkinkan negara tersebut untuk membangun kembali tatanan sosial.
"Perekonomian Kita bisa tumbuh antara 2% dan 3% lebih per tahun selama 23 tahun terakhir," kata Santos dilansir BBC, Senin, (26/9/2016) yang menambahkan konflik juga memiliki dampak yang mendalam pada masyarakat Kolombia. "Perang selalu lebih mahal dari perdamaian."
Presiden Santos dan pemimpin FARC Timoleon Jimenez, yang dikenal sebagai Timochenko akan menandatangani perjanjian perdamaian yang bersejarah pada hari Senin ini.
“Butuh waktu yang lama untuk masyarakat Kolombia pulih dari lima dekade konflik, “katanya. "Sebuah negara yang sedang berperang selama 50 tahun adalah negara yang telah menghancurkan banyak nilai-nilai."
Konflik 52 tahun telah menyebabkan kematian sekitar 260.000 orang dengan lebih dari enam juta orang jadi pengungsi. "Tanda tangan dari kesepakatan hanyalah akhir dari konflik Lalu kerja keras dimulai. Merekonstruksi negara kita," kata Presiden Santos.
FARC punya waktu 180 hari untuk melucuti senjata dan diperkirakan 7.500 pejuang akan masuk ke dalam zona perlucutan senjata yang dibentuk oleh PBB. Amnesti akan diberikan untuk "kejahatan politik" tapi ini tidak mencakup pembantaian, penyiksaan atau pemerkosaan.
FARC telah sepakat untuk menghentikan produksi obat di daerah yang dikuasai dan pemerintah telah berjanji untuk membantu petani mencari nafkah tanpa menanam tanaman terlarang.
Kelompok ini juga akan dihapus dari daftar Uni Eropa sebagai organisasi teror setelah kesepakatan itu ditandatangani. Kedua belah pihak telah berjanji untuk menyediakan lahan, pinjaman dan layanan dasar untuk daerah pedesaan yang miskin.
FARC akan menjadi partai politik sebagai bagian dari kesepakatan dan diberikan 10 kursi di Kongres
Presiden Santos mengatakan sangat yakin sebagian warga Kolombia akan memilih mendukung kesepakatan. "Jajak pendapat terakhir mengatakan bahwa antara 65% dan 70% dari orang-orang menyetujui proses perdamaian," katanya
Namun dia memperingatkan bahwa jika kesepakatan itu ditolak dalam suara populer, konflik akan mulai lagi. " Kami akan kembali enam tahun dan melanjutkan perang dengan FARC. Itu rencana B," katanya.
Kelompok pemberontak terbesar kedua Kolombia, The National Liberation Army (ELN) mengumumkan pada hari Minggu gencatan senjata sepihak sampai referendum.
Pemimpin ELN telah menyatakan secara terbuka keinginan mereka untuk terlibat dalam proses perdamaian mereka sendiri dengan pemerintah Kolombia.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU