
Jakarta - Seorang pengacara di Houston, AS, Senin waktu setempat menembaki sejumlah orang dan melukai setidaknya sembilan orang sebelum akhirnya ditembak mati oleh polisi.
“Enam orang dibawa ke rumah sakit dan tiga dirawat setelah ditembak saat berada di dalam kendaraannya masing-masing di Barat University Place,” kata Kepala Kepolisian Houston Martha Montalvo.
Polisi menolak untuk mengidentifikasi tersangka, namun media lokal melaporkan pelaku penembakan bernama Nathan Desai. Desai menembakkan senjatanya dari mobil Porsche hitam. Polisi mengatakan pelaku mengenakan seragam militer dan membawa barang-barang Nazi.
Penjinak bom polisi yang mengamankan mobil Desai menemukan lebih dari 2.600 butir amunisi. Polisi juga menemukan pistol di tubuh tersangka dan senapan di dalam mobil yang Desai kendarai.
Dilansir Reuters, Selasa, (27/9/2016), catatan publik menunjukkan Desai tinggal di sebuah kondominium di dekat lokasi penembakan dan ia tidak punya catatan kriminal.
Desai yang menerima gelar sarjana hukum dari Universitas Tulsa pada tahun 1998, memulai sebuah firma hukum kecil. Tetapi mantan rekannya, Ken McDaniel, mengatakan firma hukumnya telah tutup sekitar enam bulan yang lalu. McDaniel mengatakan kepada televisi lokalpenembakan itu diluar karakter Desai.
Ayah Desai, Prakash Desai mengatakan kepada ABC anaknya mengendarai Porsche hitam dan marah praktek hukumnya tidak berjalan dengan baik dan terbelit masalah keuangan.
Federal Bureau of Investigation (FBI) mengatakan tidak ada indikasi bahwa penembakan itu terkait dengan kelompok radikal tertentu.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU