
hariansuara.com, Jakarta - Diplomasi dan promosi Indonesia kini tak sebatas pameran dan seminar. Banyak medium yang bisa dimanfaatkan. Contohnya, di ajang Euroeyes Cyclassics Hamburg 2019, tim Indonesia yang mengenakan kostum bergambar candi Borobudur dan Komodo, menjadi sorotan para peserta dan penonton yang hadir. Tidak sekedar mengajak berbincang, banyak peserta dan penonton yang ingin berfoto. Lomba balap sepeda tahun 2019 kali ini diikuti sekitar 19.000 peserta dan 500.000 penonton yang memenuhi sepanjang rute balapan.
Bukan saja kostumnya yang menarik perhatian. Promosi ala gowes ini diikuti pula oleh Dubes RI untuk Jerman, Arif Havas Oegroseno. Dubes Oegroseno yang memang memililiki hobi bersepeda, mengaku bahwa kegiatan balap sepeda ini adalah peluang agar Indonesia semakin dikenal oleh publik luas di Jerman.
“Ya, ibarat pepatah, sambil menyelam minum air. Ikut balapan ini, sehatnya dapat, misi promosi jalan, biayanya juga murah. Jadi efektif bukan?” kata Dubes Oegroseno.
Dubes Oegroseno yang sering bersepeda dari rumah ke KBRI sejauh 15 km, di balapan Hamburg ini ikut di rute 60 km. Selain rute 60 km, ada juga rute 100 km dan 160 km yang diperlombakan untuk pebalap profesional dan mereka yang ikut Tour de France. Dubes Oegroseno menyelesaikan rutenya dengan waktu tempuh 1 jam 59 menit dan 37 detik.
Selain Dubes RI, Tim balap sepeda Indonesia juga diramaikan oleh Atase Imigrasi dan mahasiswa Indonesia dari PPI Berlin dan PPI Hamburg. Tim ini diberi nama Adler Nusantara Cycling Club. Adler yang dalam bahasa Jerman berarti burung Elang ini, merepresentasikan burung Garuda yang menjadi Lambang Negara Indonesia.
Euroeyes Cyclassics Hamburg 2019 berlangsung di Hamburg pada Minggu, 25 Agustus 2019. Kompetisi Euroeyes Cyclassics Hamburg sendiri telah berlangsung sejak tahun 1996. Setiap tahun perlombaan terbesar di Eropa ini tidak pernah sepi peserta. Jumlahnya selalu ribuan. Cyclassics terbuka untuk tiga kategori peserta, yaitu profesional, semi pro dan amatir. Ajang ini tercatat sebagai bagian dari UCI ProTour dan salah satu dari 24 balapan yang ikut memberikan point dalam UCI World Ranking.
Elia Viviani, pembalap asal Itali dari Deceuninck – quick step, yang menjadi pemenang pada perlombaan tahun lalu, masih mempertahankan predikat juaranya di tahun 2019 ini.
“Tahun depan, anggota Tim Indonesia harus lebih banyak. Semakin banyak peserta semakin banyak yang pakai kaos promosinya, dan tentu semakin menjadi perhatian. Nanti kita pikirkan objek wisata apa lagi yang akan kita pamerkan di perlombaan tahun 2020 mendatang," ujar Dubes Oegroseno.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU