Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Lima Tewas Termasuk Pelaku Dalam Aksi Penembakan di Texas

Internasional
01 Sep 2019
Lima Tewas Termasuk Pelaku Dalam Aksi Penembakan di Texas

hariansuara.com, Jakarta - Seorang pria kulit putih berusia 30-an  membunuh empat orang dan melukai 21 lainnya pada Sabtu (31 Agustus) dalam serangan bersenjata di Texas Midland dan Odessa Texas barat.

Tersangka membajak sebuah van dan menembaki petugas polisi, pengendara mobil sebelum ditembak mati di luar kompleks bioskop di Odessa, kata polisi.

Awalnya pihak berwenang mengira ada dua penembak yang mengendarai dua kendaraan, tetapi Kepala Kepolisian Odessa Michael Gerke mengatakan pada konferensi pers pada Sabtu malam bahwa pelaku sendiri melakukan aksinya.

Tersangka diyakini telah menembak petugas polisi yang menghentikan kendaraannya di Interstate 20 sekitar pukul 14:30 waktu setempat dan kemudian melakukan penembakan di pusat-pusat perbelanjaan dan bioskop pada hari libur akhir pekan Hari Buruh di kedua kota.

Video yang diperlihatkan oleh afiliasi CBS lokal menunjukkan mobil van putih menabrak kendaraan dengan kecepatan tinggi di luar kompleks bioskop Cinergy di Odessa sebelum tersangka dikerumuni polisi.

Para penonton teater terlihat berlari keluar kompleks. Polisi mengatakan penembak itu ditembak dan tewas di tempat parkir bioskop. Michale Gerke mengatakan terlalu dini mengatakan apa sebenarnya motif penembakan itu.

Insiden ini terjadi setelah penembakan massal yang terjadi di El Paso Walmart, di mana banyak korbannya adalah keturunan Hispanik. Dalam kasus itu, petugas menangkap Patrick Crusius, warga Texas kulit putih, yang mengatakan kepada polisi bahwa ia menargetkan "orang Meksiko".

"Tragedi di El Paso dilakukan atas dasar retorika anti-Meksiko di negara yang selalu menjadi tanah kesempatan bagi setiap pendatang baru," kata Jesus Seade, menteri luar negeri kementerian luar negeri Meksiko untuk Amerika Utara.

Penembakan di El Paso terjadi beberapa jam sebelum seorang pria bersenjata di Dayton, Ohio menewaskan sembilan orang. Aksi ini menyulut kembali seruan terhadap kontrol senjata di Amerika Serikat di mana senjata api dikaitkan dengan hampir 40.000 kematian pada tahun 2017.

"Kita harus mengakhiri epidemi ini," kata mantan anggota Kongres Texas Beto O'Rourke di Twitter.

Sementara itu, O'Rourke,  calon presiden dari Partai Demokrat, juga menyatakan simpati dengan semua orang di Texas Barat yang harus menanggung ini lagi.(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X