
Jakarta - Presiden AS Barack Obama pada Selasa menunjuk Jeffrey DeLaurentis sebagai Duta Besar AS pertama di Kuba setelah 50 tahun.
"Hari ini, saya mencalonkan Duta Besar Jeffrey DeLaurentis menjadi Duta Besar AS pertama di Kuba setelah lebih dari 50 tahun," kata Obama dalam rilis berita yang dikeluarkan oleh Gedung Putih dikutip Xinhua, Rabu, (28/9/2016).
Obama memuji kepemimpinan DeLaurentis sebagai upaya normalisasi hubungan antara AS dan Kuba. “Tidak ada pegawai negeri yang lebih baik cocok untuk meningkatkan kemampuan kita untuk melibatkan rakyat Kuba dan memajukan kepentingan AS di Kuba selain Jeff."
Presiden menjelaskan DeLaurentis sebagai seorang diplomat karir dan memiliki pengalaman yang luas di Kuba dan Amerika Latin.
“DeLaurentis telah bekerja sama dengan Kuba pada isu-isu yang memajukan kepentingan nasional AS, seperti penegakan hukum, kontra narkotika, perlindungan lingkungan, memerangi perdagangan manusia, memperluas peluang komersial dan pertanian, dan kerjasama dalam ilmu pengetahuan dan kesehatan,” kata Obama.
"Memiliki seorang duta besar akan mempermudah mengadvokasi kepentingan kita, dan akan memperdalam pemahaman kita bahkan ketika kita tahu bahwa kita akan terus memiliki perbedaan dengan pemerintah Kuba," tambah Obama.
AS dan Kuba kembali menjalin hubungan diplomatik pada bulan Juli 2015 dan mengakhiri lebih dari lima dekade permusuhan. Obama melakukan kunjungan bersejarah ke Kuba pada bulan Maret. Kunjungan ini adalah yang kali pertamanya dilakukan oleh seorang presiden AS selama hampir 90 tahun.
Sejak memulai karier di Departemen Luar Negeri pada tahun 1991, DeLaurentis telah bertugas di sejumlah pos di luar negeri, termasuk dua kali di Havana. Pertama sebagai petugas konsuler 1991-1993, kemudian sebagai Kepala Bagian Politik-Ekonomi 1999-2002. Dia juga pernah menjabat penasihat politik di AS Misi PBB di Jenewa, dan Kedutaan Besar AS di Bogota, Kolombia.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU