
hariansuara.com, Jakarta - “Sudah saatnya investor Kanada memperluas investasinya di setor-sektor selain pertambangan, hotel dan jasa/asuransi. Kanada dapat memanfaatkan proyek-proyek dibidang Infrastruktur di Kalimantan menyusul keputusan Pemri untuk memindahkan Ibukota ke pulau tersebut”. Demikian disampaikan Konjen RI Leonard F. Hutabarat,Ph.D., pada Indonesia Business Forum di Ontario Investment and Trade Center, 19-20 September 2019.
Hal ini didukung data BKPM yang disampaikan dalam presentasi Kepala Perwakilan Indonesian Investment Center and Promotion (IIPC) New York, Mohammad Iqbal, pada kesempatan yang sama. BKPM mencatat investasi terbesar Kanada di Indonesia di sektor pertambangan (US$ 83,44 juta), hotel dan restoran (US$ 6,85 juta) dan jasa (US$ 1,00 juta). Kanada juga berada di posisi ke-20 pada daftar Foreign Direct Investment di Indonesia.
Kegiatan ini dilaksanakan bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kabupaten Murung Raya dan Kota Palangka Raya), Trade Region Board of Toronto dan Ministry of Economic Development, Job Creation and Trade Government of Ontario. Bupati Murung Raya, Perdie M. Yoseph dan wakil dari Kabupaten Palangka Raya berkesempatan menawarkan sejumlah proyek yang dibutuhkan untuk membangun Kabupaten Murung Raya antara lain infrastruktur (jalan, bandara, dan pelabuhan), pertanian, pertambangan, energi terbarukan, pembangunan PLTA, clean water management, dan pengolahan kayu.
Sementara perwakilan Kota Palangka Raya mengundang investor untuk bekerjasama di sektor tourism industry (ecotourism, tourism school) dan pendidikan (international school). Tawaran-tawaran dimaksud telah mendapatkan sambutan positif para peserta dengan ditandatanganinya sejumlah Letter of Intent (LoI) pada pertemuan lanjutan di hari kedua yaitu dengan Desklinx Inc. (smart city technology), Evergreen College (pendidikan pariwisata), Wasser Resources (renewable energy), Picklu Datta Financial Investment, dan Green Bites (ekspor sarang burung wallet ke Kanada).
Pemindahan ibukota ke Kalimantan Timur (Panajam) diprediksikan akan berdampak kepada pembangunan di sejumlah kota di Kalimantan khususnya yang berdekatan dengan Ibukota baru. Kabupaten Murung Raya berjarak sekitar 262 Km dari Panajam dan pembangunan jalan tol antara Murung Raya dengan Panajam akan mempersingkat waktu perjalanan menjadi satu setengah jam dari jarak tempuh 3 jam saat ini.
Business Forum dihadiri oleh sekitar 50 pelaku bisnis Kanada dan wakil instansi terkait setempat dengan nara sumber Konjen RI Toronto, Kepala Perwakilan IIPC New York, Bupati Murung Raya dan Humas kota Palangka Raya. Delegasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah didampingi satu pengusaha (PT Kotabara Mitratama) yang juga turut menandatangani LoI kerjasama investasi di bidang pertambangan dengan PT Picklu Datta Financial Investment.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU