
hariansuara.com, Jakarta - Mantan pemimpin Zimbabwe Robert Mugabe meninggal karena kanker setelah perawatan kemoterapi dihentikan karena tidak lagi efektif, kata surat kabar milik negara mengutip Presiden Emmerson Mnangagwa.
Mnangagwa mengatakan kepada pendukung partai di New York di mana ia menghadiri Majelis Umum PBB minggu ini, Mugabe menderita kanker tetapi ia tidak mengungkapkan jenisnya.
"Pengobatan telah berhenti, dokter telah menghentikan pengobatan, kemoterapi, karena usia dan juga karena kanker telah menyebar dan itu tidak membantu lagi," kata Mnangagwa di surat kabar The Herald, Senin (23/9/2019).
Mugabe sebelumnya telah menerima perawatan di rumah sakit Singapura selama beberapa bulan. Mugabe meninggal dunia pada 6 September pada usia 95 tahun.
Pada 2011, WikiLeaks merilis kabel diplomatik AS yang mengatakan Mugabe menderita kanker prostat yang telah menyebar ke organ lain, namun dibantah pejabat pemerintah.
Selama berkuasa, dan sebelum dia mengundurkan diri setelah kudeta pada November 2017, Mugabe sering bepergian ke Singapura untuk melakukan perawatan.
Setelah kematiannya, perselisihan muncul antara keluarga Mugabe yang ingin menguburnya di kota kelahirannya Zvimba, dan pemerintah yang ingin Mugabe dimakamkan di sebuah monumen nasional di ibu kota Harare.Tapi akhirnya disepakati bahwa Mugabe akan dimakamkan di monumen National Heroes Acre.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU