Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Hannover Messe 2020 Jadi Jurus Indonesia Sikapi Perang Dagang

Internasional
27 Sep 2019
Hannover Messe 2020 Jadi  Jurus Indonesia Sikapi Perang Dagang

hariansuara.com, Jakarta - Posisi Indonesia sebagai negara mitra penyelenggara Hannover Messe 2020 sangat relevan dalam menyikapi situasi perekonomian global saat ini yang terdampak dari perang dagang AS – Tiongkok. Indonesia akan memiliki peluang besar untuk merebut relokasi industri dengan melakukan positioning di salah satu perhelatan industri dan investasi global, Hannover Messe 2020.

Hal tersebut disampaikan Dubes RI untuk Jerman, Arif Havas Oegroseno, pada saat briefing persiapan penyelenggaraan Hannover Messe di depan sejumlah media nasional dan media Jerman. Acara briefing yang diselenggarakan di KBRI Berlin, Rabu, 25 September 2019 juga dihadiri oleh CEO Hannover Messe, Dr. Jochen Köcler.

Di awal acara, Dubes Oegroseno menayangkan video tentang profil ekonomi Indonesia terkini. Dari video tersebut, para media yang hadir, khususnya media lokal di Jerman, memperoleh gambaran tentang besarnya potensi ekonomi yang dimiliki Indonesia. Menurut Dubes Oegroseno potensi riil ekonomi Indonesia ini belum banyak dipahami oleh publik di Jerman.

“Sebagian orang tahu Indonesia cuma sebagai tempat tujuan wisata. Mereka kenal Bali, kenal Borobudur, kenal Flores, Indonesia pilihan liburan yang cukup nyaman. Itu pun cuma sebagian yang tahu. Tapi lebih sedikit lagi yang tahu bahwa Indonesia adalah salah satu kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Indonesia merupakan anggota G20. “We are beyond tourist destination, we are a large economy country”, tegasnya.

Hal tersebut diamini oleh Dr. Köcler. Ia menyebutkan bahwa tidak butuh waktu lama bagi Deutch Messe dan Pemerintah Jerman untuk menyetujui proposal Indonesia menjadi negara mitra Pameran Industri yang akan berlangsung tanggal 20-24 April 2020 mendatang ini.

“Hanya dalam kurun waktu kurang dari setahun kesepakatan MoU Negara Mitra dengan Indonesia sudah bisa ditandatangani. Ini adalah yang tersingkat. Sebelumnya ada yang butuh waktu lima tahun untuk kita menyetujui proposal negara mitra. Kita yakin, dengan populasi, capaian ekonomi, geografis, serta stabilitas politik yang dimilikinya, Indonesia adalah negara yang tepat,” ujar Dr. Köcler.

Lebih lanjut Dubes Oegroseno menjelaskan bahwa ini adalah kali kedua Indonesia sebagai negara mitra Hannover Messe. Sebelumnya pada tahun 1995 Indonesia juga pernah mengambil posisi ini. Waktu itu dengan kredibilitas dan pengaruh besar almarhum Presiden BJ Habibie di Jerman, khususnya di bidang industri kedirgantaraan, Indonesia dipercaya sebagai negara mitra.

Dubes Oegroseno menyebutkan lima strategi yang akan dilakukan Indonesia pada Hannover Messe 2020 mendatang. Kelima strategi ini akan memperkuat ekonomi Indonesia untuk dapat merebut manfaat yang lebih besar dari situasi perang dagang saat ini.

Pertama, Hannover Messe adalah pintu untuk penetrasi pasar produk dalam negeri Indonesia ke Jerman dan Uni Eropa. “Ini adalah tempat bagi indonesia untuk showcasing keunggulan produk-produk dalam negeri kepada para peserta dan pengunjung pameran yang datang dari berbagai negara,“ ujar Dubes Oegroseno.

Kedua, Pameran ini akan menciptakan iklim komunikasi yang lebih intensif antara pelaku bisnis tanah air dengan mitranya dari berbagai negara. Pelaku Industri tanah air akan menjadi bagian dari global supply chain industry dunia. Hal ini sekaligus memperkuat komitmen politik guna mendukung penyelesaian Indonesia – EU CEPA.

Ketiga, sebagai negara Mitra, Indonesia memiliki peluang untuk peningkatan pemberdayaan pemerintah daerah. Pada Hannover Messe 2020 mendatang beberapa Pemda akan dilibatkan sehingga mereka bisa mempromosikan daerahnya untuk menarik investor asing.

Selain ketiga hal tersebut, Dubes Oegroseno juga menekankan dua elemen baru sebagai strategi keempat dan kelima. Strategi keempat tersebut yaitu Hannover Messe mendorong investor Indonesia untuk menanamkan modal di Jerman. Menurutnya, untuk menciptakan iklim ekonomi dan investasi yang sehat, perlu adanya arus investasi dari dua arah.

Sedangkan strategi yang kelima adalah penguatan kerja sama bidang industri kreatif dan ekonomi digital. Digital ekonomi Indonesia diperkirakan akan meningkat hingga 100 milyar US dollar pada tahun 2025. Indonesia memiliki peluang besar yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku bisnis terutama kelompok Start Up.

“Kita ingin meningkatkan skala kerja sama start up yang sudah ada saat ini. Kita sudah punya Kemitraan Start up Jakarta dan Berlin. Kita akan naikkan menjadi Komunitas Start Up Indonesia Jerman, pungkas Dubes Oegroseno.(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X