Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Al-Azhar Resmi Jadikan Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Kedua

Internasional
11 Oct 2019
Al-Azhar Resmi Jadikan Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Kedua

hariansuara.com, Jakarta - Sejak 2016, KBRI Cairo telah  berhasil bekerja sama dengan Universitas Al-Azhar Mesir, untuk mengajarkan bahasa Indonesia di Al-Azhar.

Dalam kurun waktu 3 tahun, pengajaran Bahasa Indonesia tersebut menujukkan perkembangan yang sangat signifikan, dimana banyak dosen dan mahasiswa Al-Azhar dari  lintas fakultas yang ikut serta menjadi pembelajar Bahasa Indonesia di fakultas tersebut. 

Mencermati kesuksesan tersebut, ditambah besarnya minat masyarakat Mesir terhadap bahasa Indonesia,  maka dipandang perlu untuk mengembangkan bahasa Indonesia yang lebih akademis.   Untuk itu, maka lahirlah ide untuk  membuka prodi Bahasa Indonesia pada Fakultas Bahasa dan Terjemah Universitas Al-Azhar yang diinisiasi oleh Atdikbud KBRI Cairo, Dr. Usman Syihab.

Untuk merealisasikan ide tersebut, KBRI  Cairo menggandeng berbagai stake holder terkait, baik dengan   Al-Azhar maupun pihak-pihak di dalam  negeri. Untuk melakukan persiapan, para stake holder tersebut melakukan beberapa kali FGD (Focused   Group Discussion).

Setelah hasil FGD tersebut disampaikan secara resmi kepada  Rektor Al-Azhar dan kemudian dibahas di Sidang Senat Universitas Al-Azhar, dimana senat Universitas Al-Azhar  menyetujui untuk   mengajarkan Bahasa  Indonesia sebagai Bahasa kedua di fakultas tersebut yang dimulai pada tahun akademik 2019/2020.

Sebagai tanda permulaan resmi   pengajaran Bahasa Indonesia tersebut, pada 9/10 Fakultas Bahasa dan Terjemah Universitas Al-Azhar bekerja sama dengan KBRI Cairo mengadakan ceremonial resmi,  yang berlangsung di Aula Fakultas Bahasa dan Terjemah Universitas Al-Azhar yang dihadiri oleh Duta Besar RI Cairo, Helmy Fauzy, Atdikbud KBRI Cairo, Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Bahasa dan Terjemah Universitas Al-Azhar, Rektor UGM (Prof. Dr. Panut Mulyono), Rektor UMS (Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si.) dan Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan UIN Maulana Malik Ibrahim (Dr. M. Isroqunnajah, M.A.).

Sebelum acara seremonial pembukaan, Duta Besar RI Cairo dan seluruh Rektor dan Wakil Rektor anggota konsorsium  tersebut  diterima oleh Rektor  Universitas Al-Azhar, Prof. Dr. Mohamed Husein al-Mahrashawi, yang didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Yusuf Amir.

Duta Besar menyebutkan, bahwa di antara tujuan utama pengajaran Bahasa Indonesia di Al-Azhar adalah bahwa bahasa Indonesia banyak digunakan oleh mayoritas bangsa Asia tenggara, dimana mayoritas penduduknya beragama Islam. Di sana banyak muncul ulama dan pemikir Islam. Sayangnya, karya-karya mereka belum banyak diketahui oleh para pemikir dunia Arab. Selain itu, negara-negara tersebut juga membutuhkan para ulama dan dai dari al-Azhar yang menguasai tradisi dan budaya setempat” ungkap Duta Besar berdarah Minang ini.

“Saya juga mengucapkan terima aksih kepada Al-Azhar yang telah menerima Bahasa Indonesia sebagai Bahasa kedua di Fakultas Bahasa dan Terjemah Al-Azhar” ucap Duta Besar yang hobi diving ini.

Di sisi lain, Rektor Universitas Al-Azhar menyampaikan, bahwa pengajaran Bahasa Indonesia   sebagai Bahasa kedua adalah langkah awal dalam mempersiapkan pembukaan Prodi Indonesia di kampus Al-Azhar” kata Rektor yang sebelumnya menjabat Dekan Fakultas Bahasa Arab ini.

 Wakil Rektor Universitas Al-Azhar menegaskan, semoga pada masa Persiapan ini kita dapat mempersiapkan kader calon dosen yang akan mengajar di prodi ini. Selain itu, kami berharap agar para mahasiswa yang saat ini memilih Bahasa Indonesia sebagai Bahasa kedua, diberikan kesempatan untuk kuliah di Indonesia selama 2 tahun, sehingga ia dapat menguasai Bahasa Indonesia dari sumbernya”, ungkap Wakil Rektor Guru Besar Bahasa Urdu tersebut. 

Di sisi lain, Prof. Dr. Panut Mulyono, menyampaikan  komitmennya, “saat ini tanggung jawab keberlangsungan program ini ada di tangan kami para anggota konsorsium. Untuk itu, kami akan terus berjuang dan  mendukung keberlangsungan program ini yang  salah satunya dengan mengirim dosen ke Al-Azhar dan memberikan beasiswa bagi para mahasiswa yang memilih mata kuliah ini sebagai mata kuliah pilihan."(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X