Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Wayang Kulit dan Gamelan Pukau penonton di Selandia Baru

Internasional
15 Oct 2019
Wayang Kulit dan Gamelan Pukau penonton di Selandia Baru

hariansuara.com, Jakarta - Dalang wayang kulit Ki Joko Susilo dan kelompok gamelan Puspawarna, pukau penonton di Castle Theatre, Otago University of Dunedin, Minggu, 13 Oktober 2019. Hujan yang menguyur tak halangi penonton menyaksikan lakon penculikan Sinta yang diambil dari episode cerita Ramayana. Seperti layaknya pertunjukan wayang kulit di Indonesia, menjadi satu bagian wajib dari pertunjukan wayang diiringi Gamelan Puspawarna.

Joko begitu lincah memainkan dan menyuarakan setiap karakter wayang. Sabetan-sabetan tangan Ki Djoko mengundang decak kagum penonton. Pertunjukan wayang dalam bahasa Inggris nan fasih yang disajikan Ki Djoko membantu para penonton memahami jalannya cerita wayang yang tengah dipertunjukkan. Sesekali Ki Djoko menyisipkan humor-humor segar, penonton pun langsung tertawa.

Kemampuan dalang Ki Joko Susilo menguasai tembang (patetan dan sulukan) serta memainkan keprak dan dodokan sebagai sarana memberikan instruksi kepada gamelan menghasilkan alunan begitu merdu. Para pemain gamelan yang tergabung dalam kelompok Psupawarna ini adalah orang-orang Indonesia dan Selandia Baru.

Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI Wellington, Adek Triana Yudhaswari menyampaikan bahwa untuk membantu menyukseskan acara pagelaran wayang kulit ini KBRI mengirimkan tenaga pengajar Gamelan di Victoria University of Wellington yang sekaligus staf Pensosbud, Budi S. Putra.

Ditambahkannya bahwa KBRI Wellington senantiasa memberikan perhatian dan dukungan dalam kaitan kegiatan promosi budaya Indomesia kepada masyarakat Selandia Baru.

Di Selandia Baru terdapat sejumlah kelompok gamelan yaitu Puspawarna gamelan group di Otago University, kelompok gamelan Bali di Canterbury Unversiry, Padhang Moncar (Jawa) dan Taniwha Jaya (Bali) di Victoria University of Wellington, First Smile (gamelan Cirebon) dan Auckland gamelan di AUT Indonesia Centre. Program pelatihan dan pertunjukan gamelan dan wayang menjadi salah satu bagian dari kegiatan diplomasi budaya KBRI Wellington yang cukup diminati warga setempat.(*)

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X