
Jakarta - Penembak jitu ISIS membunuh seorang wartawan Belanda di Sirte, Libya, Minggu waktu setempat.
Menurut juru bicara militer Al-Bunyan Al-Marsous, fotografer freelance bernama Jeroen Oerlemans ditembak di dada dan meninggal ditempat.
Sebelumnya pada tahun 2012, Oerlemans pernah diculik di Suriah oleh militan, namun dibebaskan setelah seminggu.
The Committee to Protect Journalists mencatat kematian Oerlemans salah satu dari pekerja media yang tewas dalam konflik Libya sejak dimulai pada tahun 2011.
Deputi Executive CPJ Robert Mahoney dilansir CNN, Senin, (3/10/2016), mengatakan Kematian Jeroen Oerlemans adalah pengingat bahwa mereka yang membawa kita gambar dan video dari garis depan sering membayar dengan harga yang sangat mahal (nyawa).
Nabeel Aqoub, seorang dokter yang bekerja di Sirte, mengutarakan penembak jitu biasanya menyerang tulang belakang. Mereka memilih untuk menembak tulang belakang karena cedera otak dan cedera jantung jika ia selamat. Dan hal inilah yang dilakukan oleh penembak jitu untuk melumpuhkan lawannya.
Kota pesisir Sirte merupakan salah satu benteng terakhir ISIS di Libya. Milisi yang didukung AS telah melakukan banyak serangan di wilayah ini dan Al-Bunyan Al-Marsous termasuk organisasi payung militer untuk melancarkan serangan milisi di Sirte.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU