
hariansuara.com, Jakarta - Kota Dresden di Jerman bagian timur telah menyatakan "darurat Nazi" ketika para politikus memperingatkan meningkatnya dukungan dan kekerasan sayap kanan.
Kota ini adalah tempat kelahiran gerakan Pegida Islamofobia, yang mengadakan demonstrasi sementara partai anti-imigrasi Alternatif fuer Deutschland (AfD) memenangkan 28 persen dalam pemilihan daerah.
Dewan kota Dresden pada hari Rabu mendukung resolusi melawan ekstremisme sayap kanan dengan judul "Nazinotstand", atau "darurat Nazi".
Hal ini disuarakan oleh Max Aschenbach, anggota dewan lokal untuk partai berhaluan kiri Die Partei, yang mengatakan kepada kantor berita DPA bahwa kota ini memiliki masalah Nazi.
Resolusi menyebutkan khawatir akan posisi-posisi anti-demokratis, anti-pluralis, diskriminatif dan sayap kanan yang mencakup kekerasan sedang meningkat di Dresden.
Resolusi ini menyerukan penguatan budaya demokratis, membuat prioritas perlindungan minoritas, hak asasi manusia dan korban kekerasan ekstrim kanan.
Gerakan itu juga menekankan pentingnya memerangi anti-Semitisme, rasisme, dan Islamofobia. Resolusi disetujui oleh 39 suara anggota dewan terhadap 29.
Resolusi didukung oleh partai-partai kiri dan liberal, tetapi ditolak tidak hanya oleh anggota AfD tetapi juga oleh Demokrat Kristen yang mengatakan eharusnya tidak hanya menargetkan ekstremisme sayap kanan saja.
"Tapi kami, sebagai komunitas kota, dengan jelas menyatakan dukungan kami bagi mereka yang menentang rasisme dan anti-Semitisme, dan mengharapkan semua orang melakukan hal yang sama," kata Thomas Loeser, anggota dewan untuk partai Hijau.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU