
hariansuara.com, Jakarta - Sebuah sungai di dekat perbatasan antar-Korea berubah warna menjadi merah karena darah-darah babi yang disembelih.
Otoritas Seoul berupaya untuk mengekang penyebaran demam babi Afrika. Sampai saat ini Korea Selatan telah memusnahkan sekitar 380.000 babi sejak kasus pertama penyakit yang dilaporkan pada bulan September.
Penyakit demam babi hampir selalu berakibat fatal dan tidak ada obat penawar atau vaksin, dengan satu-satunya cara yang diketahui untuk mencegah penyebaran penyakitnya adalah dengan pemusnahan massal.
LSM setempat mengatakan bahwa hujan lebat pekan lalu menyebabkan darah dari tempat pemyembelihan dekat perbatasan antar-Korea, tempat sekitar 47.000 bangkai babi ditumpuk, mengalir ke Sungai Imjin pada hari Minggu dan membuat sebagian aliran sungai menjadi merah.
"Hal ini membuat banyak orang yang tinggal di daerah itu cemas dan khawatir," kata Lee Seok-woo, yang mengepalai LSM Jaringan Masyarakat Sungai Yeoncheon Imjin.
"Yang juga sulit ditahan adalah baunya. Saya mendengar banyak petani tidak bisa bekerja karena baunya yang busuk. Ini seharusnya tidak terjadi."
Kementerian lingkungan Seoul merilis pernyataan Rabu (13 November) yang mengatakan darah dari bangkai babi yang mengalir ke sungai sekarang telah ditangani dengan benar menggunakan pompa hisap dan perangkat lainnya.
"Kami telah membangun fasilitas penanganan dan penunjang sehingga air yang tercemar tidak mengalir ke wilayah hilir," kata kementerian itu.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU