
hariansuara.com, Jakarta - Facebook pada Rabu (13 November) mengatakan telah menghapus sekitar 5,4 miliar akun palsu tahun ini, bersama dengan jutaan posting yang menggambarkan pelecehan anak dan bunuh diri.
Antara April dan September, Facebook mengatakan pihaknya mencatat ada 3,2 miliar akun palsu. Di tengah upaya yang berkembang untuk membuat akun palsu, Facebook juga mengatakan pihaknya telah meningkatkan pertahanannya dan sering kali menghapus akun dalam hitungan menit setelah dibuat.
"Kami telah meningkatkan kemampuan kami untuk mendeteksi dan memblokir upaya untuk membuat akun palsu,," kata Facebook. "Kami dapat memperkirakan bahwa setiap hari, kami mencegah jutaan upaya membuat akun palsu menggunakan sistem deteksi ini."
Facebook percaya bahwa akun palsu di mana seseorang berpura-pura menjadi orang atau entitas yang tidak ada mewakili sekitar 5 persen dari pengguna aktif di seluruh dunia selama kuartal kedua dan ketiga tahun ini.
Jejaring sosial ini juga banyak menemukan dan mencatat akun yang dibuat untuk menipu orang, khususnya ketika menyebarkan posting sebagai bagian dari kampanye yang terkoordinasi dengan agenda politik atau sosial
Dalam laporan transparansinya, termasuk jejaring sosial Instagram, Facebook juga menyoroti soal posting mengandung teror, kebencian, bunuh diri, pornografi anak, dan narkoba.
Facebook menghapus lebih dari 11,6 juta konten yang menggambarkan ketelanjangan anak dan eksploitasi seksual anak-anak di Facebook dan 754.000 konten di Instagram selama kuartal ketiga.
Facebook juga menghapus sekitar 2,5 juta pos pada kuartal ketiga yang menggambarkan atau mendorong bunuh diri atau melukai diri sendiri. Perusahaan juga menghapus sekitar 4,4 juta posting yang melibatkan penjualan obat selama kuartal tersebut.
"Meskipun kami senang dengan kemajuan ini, teknologi ini tidak sempurna dan kami tahu bahwa kesalahan masih bisa terjadi," kata Facebook. "Itulah sebabnya kami terus berinvestasi dalam sistem yang memungkinkan kami meningkatkan akurasi dalam menghapus konten yang melanggar kebijakan kami."(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU