
Jakarta - Seorang tokoh terkemuka Al Qaeda yang menjadi anggota Front Al Nusra Suriah tewas dalam serangan pesawat tak berawak pada Senin waktu setempat.
Departemen Pertahanan AS mengatakan dalam sebuah pernyataan Sheikh Abu al Faraj al Masri adalah target serangan udara AS di dekat Idlib. "Kami masih mengkaji hasil serangan tersebut," katanya dilansir Reuters, Selasa, (4/10/2016).
Sejak koalisi pimpinan AS melancarkan operasi milter di Suriah, terutama terhadap militan Negara Islam (ISIS), serangan udara juga menargetkan Front Al Nusra.
Dalam salah satu penampilan publik terakhir Masri, dia bersama mantan pemimpin Front Al Nusra Abu Mohamad al-Jolani mengumumkan pada bulan Juli penggantian nama Fatah al-Sham, sebelumnya dikenal sebagai Front al-Nusra.
Walau berubah nama, Washington mengatakan akan terus menargetkannya sebagai kelompok teroris. Bulan lalu, Abu Hajer al Homsi, komandan kelompok itu tewas dalam serangan udara di wilayah pedesaan Aleppo
Masri atau Syekh Ahmad Salamah Mabrouk, merupakan salah satu sahabat terkemuka pemimpin Al Qaeda Ayman al-Zawahri di Afghanistan pada akhir 1980-an. Masri adalah salah satu pemimpin awal gerakan Jihad Islam Mesir militan radikal. Dia ditangkap setelah pembunuhan Presiden Mesir Anwar Sadat pada tahun 1981 dan menghabiskan tujuh tahun penjara.
Seperti beberapa jihadis lain, ia datang ke Suriah untuk bergabung dengan Front Al Nusra setelah dibebaskan dari penjara Mesir selama pemerintahan Presiden Mohamed Mursi, seorang Islamis yang digulingkan oleh militer pada tahun 2013 setelah protes massa terhadap pemerintahannya.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU