
hariansuara.com, Jakarta - Menyusul insiden pembakaran Al Quran yang terjadi di kota Kristiansand, Norwegia oleh kelompok SIAN (Stopp Islamiseringen Av Norge/Stop Islamisasi di Norwegia) pada 16 November 2019, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Oslo, Senin, (25/11/2019) menyampaikan keprihatinan atas insiden tersebut secara langsung maupun tertulis kepada Kementerian Luar Negeri Norwegia.
‘’Kami sangat prihatin atas insiden tersebut. Pembakaran Al Quran sangat melukai perasaan masyarakat Muslim tidak hanya di Norwegia tetapi juga di seluruh dunia. Hal tersebut juga berpotensi menimbulkan konflik dan mencederai nilai-nilai perdamaian yang berdasarkan toleransi dan kebebasan beragama. Kami mendorong kepada Pemerintah Norwegia untuk dapat mengusut insiden tersebut dan memberikan keadilan untuk semua pihak. Kami juga berharap agar merebaknya Islamophoba bisa dihilangkan karena kebebasan beragama adalah hak asasi yang dimiliki semua warga,’’ kata Duta Besar Todung Mulya Lubis.
Guna menjaga perdamaian dan toleransi antar umat beragama di kedua negara, pada tahun 2019 KBRI Oslo telah beberapa kali mengadakan kegiatan bersama dengan berbagai pemangku kepentingan di Norwegia. Selain itu pada bulan Oktober dan November 2019 KBRI Oslo dan Kementerian Luar Negeri Indonesia telah menyelenggarakan kegiatan Dialog Lintas Agama dan Dialog HAM.
KBRI Oslo juga telah menyampaikan imbauan kepada seluruh WNI yang berada di Norwegia untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi serta mengikuti imbauan aparat hukum setempat. WNI juga diharapkan untuk selalu membawa identitas diri saat bepergian dan menghindari kerumunan yang dirasa mencurigakan dan menghubungi KBRI Oslo dalam keadaan darurat.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU