
hariansuara.com, Jakarta - Komisaris Layanan Kepolisian Metropolitan (MPS) London Cressida Dick mengatakan dua orang yang terluka dalam insiden teror Jembatan London telah meninggal dan tiga lainnya dirawat di rumah sakit.
"Detektif anti-terorisme kami akan bekerja sepanjang waktu untuk mengidentifikasi mereka yang telah kehilangan nyawa, untuk mendukung semua korban dan keluarga mereka," kata Dick.
Pejabat polisi ini juga mengumumkan bahwa patroli polisi akan ditingkatkan setelah serangan itu.
"Dalam beberapa hari mendatang, Anda akan melihat lebih banyak polisi - bersenjata dan tidak bersenjata berpatroli di jalan-jalan untuk membantu meyakinkan mereka yang peduli," kata Dick.
Sementara itu, kepolisian Kota London juga mengatakan petugas polisi tambahan akan berada di jalan-jalan Square Mile selama akhir pekan.
"Anda akan melihat petugas polisi tambahan di jalan-jalan Square Mile selama akhir pekan," kata polisi City of London.
Walikota London Sadiq Khan membenarkan kematian dua orang yang terluka itu, dengan mengatakan, "Konfirmasi dari Komisaris bahwa dua orang yang diserang sore ini telah meninggal secara tragis, korban serangan teroris yang mengerikan di London Bridge."
"London tidak akan pernah takut dengan terorisme. Terorisme tidak akan pernah menang," kata Khan.
Dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan penyelidikan sedang berlangsung dan bersumpah untuk membawa semua yang terlibat dalam serangan ke pengadilan.
"Saya dapat meyakinkan Anda, dan meyakinkan semua orang bahwa siapa pun yang terlibat dalam kejahatan ini, dalam serangan ini akan diburu dan akan dibawa ke pengadilan," kata Johnson.
Seorang pria yang mengenakan rompi bom bunuh diri palsu menusuk dua orang di Jembatan London, Jumat (29/11).Rekaman video yang diunggah di Twitter memperlihatkan sekelompok orang menjatuhkan tersangka sebelum polisi datang dan menembak tersangka itu hingga tewas.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU