
Jakarta - Atas permintaan dari Beijing, pemerintah Thailand menahan aktivis pro-demokrasi Joshua Wong saat tiba di bandara Bangkok.
Joshua Wong, yang membantu mempelopori protes jalanan besar di Hongkong, tidak bisa dihubungi oleh anggota partai politiknya, Demosisto, setelah ia tiba di bandara utama Bangkok Selasa waktu setempat. Wong pergi ke Thailand dalam rangka memberikan ceramah di sebuah universitas.
Seorang aktivis mahasiswa Thailand yang sekiranya akan bertemu Wong diberitahu bahwa Wong telah ditahan di Bandara Suvarnabhumi setelah pemerintah Thailand menerima permintaan dari pemerintah Cina tentang kunjungannya, Demosisto mengatakan dalam sebuah posting di Facebook.
Wong adalah salah satu pemimpin mahasiswa pro-demokrasi yang melakukan aksi protes dua tahun lalu yang menutup jalan-jalan utama di Hong Kong selama 11 minggu. Periode Wong adalah yang paling bergejolak di daerah bekas koloni Inggris sejak China mengambil alih pada tahun 1997. Pada bulan Agustus, pengadilan Hong Kong memvonisnya karena perannya dalam aksi protes.
"Saya tidak punya kesempatan untuk berbicara dengan Wong sejak ia ditahan di bandara. Saya diberitahu bahwa ia masih di bandara di Bangkok, tetapi tidak akan diizinkan masuk dan akan segera dideportasi," kata aktivis mahasiswa Thailand, Netiwit Chotipatpaisal dilansir Independent, Rabu, (5/10/2016).
Menanggapi pertanyaan tentang Wong, juru bicara Departemen Luar Negeri Thailand Sek Wannamethee mengatakan izin bagi orang asing untuk memasuki Thailand melibatkan berbagai faktor dan harus sejalan dengan hukum imigrasi dan peraturan yang relevan. Dia menambahkan bahwa kementerian sedang mengkaji fakta-fakta dengan Biro Imigrasi dan otoritas lainnya.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri China mengatakan dalam sebuah pernyataan singkat , menyadari laporan penahanan Wong, tetapi tidak mengatakan China meminta Thailand untuk menahan Wong.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU