Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Indonesia – Netherland Transportation Business Forum: Memperkenalkan Potensi Bisnis Transportasi Indonesia Kepada Pengusaha Belanda

Internasional
13 Dec 2019
Indonesia – Netherland  Transportation Business Forum: Memperkenalkan Potensi Bisnis Transportasi Indonesia Kepada Pengusaha Belanda

hariansuara.com, Jakarta - Di abad 19 dan 20 banyak pebisnis Belanda yang menjadi pionir dalam dunia transportasi di Indonesia, sekaligus menjadi investor yang memulai dan memotori bisnis transportasi modern. Sebut saja misalnya di dunia transportasi darat, perusahaan KA pertama di Indonesia dimulai oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij NIS pada tahun 1867 yang mengoperasikan moda transportasi modern saat itu, yaitu KA. Transportasi udara dimulai oleh Koninklijke Nederlandsch-Indische Luchtvaart Maatschappij  atau KNILM, yaitu perusahaan penerbangan komersial pertama di Indonesia yang menjembatani kota-kota besar di Indonesia.

KNILM didirikan oleh beberapa pengusaha Belanda pada tahun 1928 dengan dukungan KLM. Dalam transportasi laut pengusaha Belanda mendirikan Koninklijke Paketvaart-Maatschappij atau KPM pada tahun 1891. KPM saat itu menjadi alat transportasi vital yang menghubungkan pulau-pulau di Nusantara dan sebagai jembatan antara negeri Belanda dengan Indonesia. Setelah kemerdekaan KPM dinasionalisasi menjadi PELNI. 

Fakta-fakta sejarah ini yang menjadi alasan kuat bagi KBRI – Den Haag untuk mengorganisir "Indonesia – Netherland  Transportation Business Forum"  dengan tujuan untuk meningkatkan investasi dan hubungan bisnis anatar Belanda – Indonesia. Acara "Transportation Business Forum" diorganisir oleh KBRI Den Haag, yang dipimpin oleh Atase Perhubungan, Bpk. Mokhammad Khusnu, bekerjasama dengan organisasi ‘Indonesia Transportation Forum’,  ‘Netherlands Aerospace Group’ dan Holland Rail Industry.  

 Acara tersebut di atas diselenggarakan pada tanggal 10 – 11 Desember 2019 di museum penerbangan AVIODROME di kota Lelystad. Lokasi ini dipilih mengingat tahun ini KLM merayakan hari jadinya yang ke 100. KLM adalah satu-satunya perusahaan penerbangan tertua di dunia yang selama 100 tahun tetap menggunakan nama yang sama. KLM juga perusahaan penerbangan pertama yang melakukan penerbangan intercontinental dari Amsterdam ke Batavia pada tahun 1924 dan dari pengalaman ini KLM meraih suksesnya.

Jangan lupa bahwa Indonesia juga memiliki andil dalam sukses dunia penerbangan Belanda, karena pionir penerbangan Belanda, tuan Anthony Fokker, pendiri pabrik pesawat Fokker, lahir di Blitar – Jawa timur pada tanggal 6 April 1890. Bukti sejarah ini terekam baik di museum AVIODROME - Lelystad. Jadi upaya peningkatan hubungan bisnis ini tidak melepas fakta-fakta sejarah masa lalu, karena ada pepatah yang berbunyi “Sejarah akan berulang kembali”.

Aviation Business Forum 

Hari pertama acara "Transportation Business Forum" membahas tentang bisnis penerbangan yang menampilkan pembicara dari Indonesia dan Belanda. Acara dibuka dan diberi keynote oleh Duta Besar RI di Nederland, bapak I Gusti Agung Wesaka Puja. Namun sebelum acara dimulai Duta Besar RI berkenan untuk melihat-lihat sebagian museum yang terkait sejarah penerbangan Indonesia.

Dalam sambutannya bapak Duta Besar RI juga mengulas sejarah penerbangan dan mengingatkan peran Indonesia dalam sejarah penerbangan Belanda.

Setelah keynote dari Duta Besar, acara dilanjutkan oleh para pembicara dari Indonesia terdiri dari perwakilan Kementrian Perhubungan yang mempresentasikan aturan dan regulasi bagi pengusaha yang ingin berinvestasi di Indonesia. Yaitu presentasi bpk. Jonter Sitohang dengan judul PPP in transportation Sector dan bpk. Wiky Ridhanindyo dengan judul Government Policy on Civil Aviation Industry.

Sedangkan dunia usaha Indonesia diwakili oleh PT Bintan Aviation Investment, sebagai contoh yang baik terkait investasi swasta dalam industry penerbangan di Indonesia. PT Bintan Aviation Investment adalah perusahaan swasta yang mengelola kawasan wisata, bandara Internasional dan kawasan aerospace Industry di Pulau Bintan. Presentasi diberikan oleh direkturnya bpk. Michael Wudy.

Bandara internasional Bintan nantinya memilliki landasan pacu sepanjang 3000m yang mampu didarati pesawat besar sekelas A380 dan B777 dan mampu menampung penumpang dalam jumlah besar. Bandara internasional Bintan rencananya akan diresmikan pada ahir tahun 2021. Pembicara lain dari Indonesia datang dari PT AIRNAV yang dipresentasikan oleh Direktur Teknik, bpk. Aulia Nurdin.   

Setelah acara coffee break acara dilanjutkan dengan presentasi dari pihak pengusaha Belanda yang diwakili oleh Netherlands Aerospace Group (NAG) yaitu assosiasi para pelaku penting industry penerbangan di Belanda. Walaupun pabrk Fokker sudah lama bubar, namun ternyata industry, teknologi dan riset terkait dunia penerbangan tetap eksis dan mampu bersaing di dunia internasional. Sehingga dunia penerbangan mampu menjadi pemain ekonomi yang penting dan memberikan lapangan pekerjaan yang sangat berarti.  

Presentasi diberikan oleh pemain industri penerbangan diantaranya To70, KLM, Schiphol Airport dan LVNL (equivalen dengan PT AIRNAV). Fakta menarik dari KLM dan Schiphol Airport yang saling bersinergi untuk memberikan yang terbaik bagi pelanggannya dan member sumbangan berarti dalam perekonomian Belanda di antaranya adalah,

Dalam usianya yang ke 100 KLM mempunyai visi ramah lingkungan dengan mengkampanyekan Fly Responsibly yaitu mengingatkan akan dampak dunia penerbangan terhadap lingkungan hidup. Aksi nyata dari Fly Responsibly ini diantaranya menganjurkan penumpang pesawat untuk juga menjadikan KA sebagai alternatif untuk bepergian, terutama untuk jarak dekat dan menengah. Sehingga dari Schiphol Airport, untuk menuju kota-kota seperti Brussel, Paris, Frankfurt, London dll  anda dapat menggunakan kereta api cepat yang stasiunnya berada persis dibawah bandara. Stasiun KA Schiphol merupakan stasun terbesar urutan ke lima di Belanda. 

Sedangkan Schiphol Airport yang merupakan home base dari KLM merupakan bandara terbesar ketiga di Eropa. Pertumbuhan Schiphol sangat pesat dan kawasan Schiphol merupakan kawasan yang benilai ekonomis tinggi, karena selain sebagai bandar internasional kawasan Schiphol terdiri dari kawasan aerospace industry, terutama bisnis Maintenance Repair and Overhaul (MRO), kawasan pergudangan, kawasan bisnis, perkantoran, dan perhotelan. Sehingga Schiphol tak ubahnya seperti kota mandiri yang mampu memberikan dan menciptakan ribuan lapangan pekerjaan.

Selesai presentasi baik pada sesi Indonesia maupun Belanda, digelar tanya jawab dengan diskusi-diskusi yang menarik. Acara "Aviation busines forum" ini dimoderasi oleh bpk. Widoyoko, ketua Indonesia Transportation Forum dan bpk. Frank Jansen ketua Netherlands Aerospace Group. Selain perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam ketua Netherlands Aerospace Group hadir pula perwakilan dari AIRBUS, sehingga acara ini juga memiliki scope Eropa. Acara ditutup dengan acara prasmanan yang popular di negeri Belanda dengan sebutan “Rijsttafel”.   

Railway and Sustainable (Land) Transportation Business Forum 

Hari kedua tanggal 11 Desember 2018 acara membahas tentang bisnis perkeretaapian. Acara juga dibuka dan diberi keynote speech oleh Duta Besar RI di Nederland, bapak I Gusti Agung Wesaka Puja. Duta besar.

Dalam keynotenya  bapak Duta Besar RI juga menyinggung sejarah perkeretaapian kedua negara, karena tahun 2019 ini Nederlandse Spoorwegen atau NS juga merayakan hari jadinya ke 180 tahun. Namun agar suasana selain serius juga tetap santai bapak Duta Besar juga memberikan lelucon-lelucon segar.

Acara "Railway and Sustainable Business Forum" menampilkan pembicara-pembicara dari pihak Indonesia dan Belanda. Sesi pertama diberikan kepada perwakilan Indonesia yang terdiri dari perwakilan Pemerintah dan dunia usaha. Seperti halnya pada aviation business forum, perwakilan pemerintah yang diwakili oleh bpk. Danto dan bpk. Rizal memaparkan prosedur investasi atau PPP di bidang transportasi darat.

Sedangkan presentator lainnya datang dari MASKA yang membahas topik “The role of Railway in Urban Development” oleh ketua MASKA bpk. Hermanto Dwiatmoko, dilanjutkan dengan presentasi oleh bpk. Fachry Hasan menampilkan sejarah dan kemampuan produksi PT LEN. Hadir dalam presentasi ini partner bisnis PT LEN yaitu Vialis Railway System.

Panitia sebetulnya juga mengundang perwakilan PT KAI, namun mengingat PT KAI sedang sibuk mempersiapkan angkutan Natal dan Tahun Baru maka tidak satupun pejabat PT KAI yang diizinkan untuk meninggalkan pos nya.

Selanjutnya dari pihak Pemerintah Belanda datang perwakilan dari Kementrian Infrastruktur dan Transportasi atau ILT, yang membahas tentang peran rail cargo. Sebagai informasi, perkeretaapian Belanda memiliki jalur khusus cargo yang disebut ‘Betuwa line’. Jalur ini dibangun dengan investasi yang sangat mahal, namun yang menggunakan jalur ini 85% justru perusahaan cargo internasional. Perwakilan pemerintah lainnya adalah Prorail yang membahas  peran stasiun KA dalam Transit Oriented Development. Prorail adalah perusahaan yang mengelola infrastruktur perkeretaapian di Belanda dan tidak berorientasi profit.

Selanjutnya pembicara datang dari perusahaan CAF Solaris yng menampilkan produk bus listrik dan Tram Baterai. Di negeri Belanda dan negeri Eropa lainnya, bus listrik sedikit demi sedikit sudah mulai menggeser peran bus bermesin diesel dan membangun pasar tersendiri. Presentasi penutup datang dari konsultan HLR yang memaparkan peran Trem sebagai bagian dari transportasi perkotaan.  

Seperti kita ketahui dalam waktu dekat kota Bogor kemungkinan besar akan menerima hibah Trem listrik dai kota Utrecht - Belanda. Hibah Trem atau sarana KA lainnya bisa menjadi sarana untuk mempererat hubungan kedua negara. Untuk tujuan tersebut tahun depan Raja Belanda rencananya akan mengunjungi Indonesia pada bulan Maret 2020, untuk memenuhi undangan presiden Jokowi. Seperti halnya hari pertama acara ditutup dengan makan bersama dan networking. 

Acara "Indonesia – Netherland  Transportation Business Forum" secara keseluruhan ditutup dengan site visit delegasi Indonesia ke Nederlandse Spoorwegen dan Schiphol Airport. Walaupun acara ini diorganisir dalam waktu yang cukup singkat, namun ‘Panitia’ bersyukur kepada Allah SWT bahwa acara ini ternyata  mendapat sambutan positif dari pihak Belanda, sehingga acara keseluruhan boleh dibilang sukses.(*) 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X