
hariansuara.com, Jakarta - Makam pemimpin top Nazi yang merupakan salah satu arsitek utama Holocaust digali diam-diam di Berlin.
Makam Reinhard Heydrich digali pada malam hari antara Rabu dan Kamis dan penyelidikan telah dibuka dengan tuduhan mengganggu situs pemakaman, kata seorang juru bicara kepolisian.
Heydrich adalah kepala Kantor Keamanan Reich Hitler. Ia sangat berpengaruh dan dikenal karena kekejamannya bahkan di dalam elit Reich Ketiga.
Adolf Hitler biasa menyebut dia sebagai "pria dengan hati besi", menurut biografi Heydrich: The Face of Evil oleh Mario Dederichs.
Heydrich menjadi tuan rumah Konferensi Wannsee pada 20 Januari 1942 ketika pemimpin Nazi membahas pemusnahan orang-orang Yahudi di Eropa yang diduduki Jerman. Selama pendudukan Nazi, ia dikenal sebagai "Jagal Praha".
Kematiannya terjadi saat mobilnya terkena ranjau anti-tank pada 27 Mei 1942 oleh agen Cekoslowakia yang dilatih oleh pasukan operasi khusus rahasia Inggris. Heydrich meninggal karena lukanya beberapa hari kemudian.
Mayatnya dibawa kembali ke Berlin dan dimakamkan di kota Invalidenfriedhof.
Selama Perang Dingin, kuburannya menjadi tanah tak bertuan di sepanjang Tembok Berlin. Jenazah Heydrich tidak pernah terganggu dan lokasi kuburannya menjadi rahasia.
Pada akhir Perang Dunia Kedua, pasukan Sekutu memutuskan bahwa kuburan para pemimpin puncak Nazi tidak boleh ditandai.
Namun pada tahun 2000, sekelompok anti-fasis mengatakan bahwa mereka telah membuka kuburan Horst Wessel, pemimpin dari stormtroopers Partai Nazi di Berlin, mengambil tengkoraknya dan melemparkannya ke Sungai Spree.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU