
Jakarta - Perancis memulai dorongan baru untuk PBB mendukung upaya gencatan senjata di Suriah.
Perancis melalui Menteri Luar Negeri Jean-Marc Ayrault akan melakukan perjalanan ke Rusia dan Amerika Serikat pada Kamis dan Jumat untuk membujuk kedua belah pihak mengadopsi resolusi Dewan Keamanan dan memberlakukan gencatan senjata baru.
"Perjalanan ini dalam rangka mendapatkan resolusi yang diadopsi di Dewan Keamanan PBB untuk membuka jalan bagi gencatan senjata di Aleppo dan akses bantuan untuk penduduk yang membutuhkan" kata Kementerian Luar Negeri Prancis.
Ayrault menuduh pemerintah Suriah, yang didukung oleh Rusia dan Iran melakukan kejahatan perang sebagai bagian dari "perang habis-habisan" kepada rakyatnya. Namun, Damaskus menolak tuduhan itu dan mengatakan perang itu hanya untuk memerangi teroris.
Berbicara kepada saluran televisi LCI, Ayrault dilansir Reuters, Kamis, (6/10/2016), mengatakan "Jika Anda terlibat dalam kejahatan perang maka suatu hari Anda harus bertanggung jawab, termasuk secara hukum dan saya pikir Rusia harus berbicara kebenaran.”
Ia juga akan meminta Washington "lebih efisien dan terlibat" dan tidak membiarkan sikap laissez-faire untuk mengambil alih hanya karena pemilihan presiden mendekati bulan November.
Ayrault mengatakan dalam wawancara televisi bahwa situasi tidak dapat diterima. "Hal ini sangat mengejutkan dan memalukan," katanya. "Prancis tidak akan menutup mata dan melakukan apa-apa.”
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU