
Jakarta - Kementerian Pertahanan Rusia memperingatkan akan menembak jatuh rudal-rudal AS di Suriah jikarudal itu digunakan untuk melawan pasukan pemerintah Suriah.
Sebelumnya, media AS melaporkan bahwa Washington sedang mempertimbangkan rencana untuk meluncurkan serangan udara terhadap tentara pemerintah Suriah.
Juru bicara kementerian Igor Konashenkov, dilansir Xinhua, Jumat, (7/10/2016), mengatakan tentara Suriah sekarang sudah dilengkapi dengan rudal buatan Rusia S-200 dan sistem rudal pertahanan udara lainnya.
Dia menambahkan setiap serangan rudal terhadap wilayah yang dikuasai oleh pemerintah Suriah dapat menimbulkan ancaman bagi prajurit Rusia yang bekerja untuk Russian Center for Reconciliation in Syria
"Saya akan merekomendasikan kepada rekan-rekan di Washington bahwa mereka harus hati-hati menghitung konsekuensi yang mungkin dari rencana tersebut," kata juru bicara itu.
Pada 10 September lalu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dan AS Sekretaris Negara John Kerry mengumumkan gencatan senjata secara nasional selama seminggu di Suriah, namun baku tembak dilanjutkan pada jam-jam pertama gencatan senjata yang berakhir pada 19 September
Pada 17 September, serangan udara koalisi pimpinan AS menewaskan lebih dari 90 tentara Suriah di provinsi timur Suriah Deir al-Zour. Moskow merespon dan menuduh Washington melanggar gencatan senjata.
Konashenkov mengatakan Rusia telah mengambil semua langkah yang diperlukan untuk menghindari kesalahan yang ditujukan terhadap pasukan Rusia dan sasaran militer di Suriah.
Awal pekan ini, Amerika Serikat menangguhkan negosiasi dengan Rusia untuk mengembalikan gencatan senjata di Suriah, menyalahkan Moskow untuk peran militernya dalam serangan di kota Suriah Aleppo.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU