
Jakarta - Peningkatan aktivitas di situs uji coba nuklir Korea Utara bisa menandakan persiapan negara tersebut melakukan tes terbarunya.
38 North Group, Kelompok monitoring berbasis di AS ini pada Jumat, (7/10/2016), mengutip gambar satelit mengatakan ada kegiatan dari tiga kompleks terowongan di lokasi uji coba nuklir Punggye-ri yang melibatkan kendaraan besar dan personil.
"Salah satu alasan yang mungkin untuk kegiatan ini adalah mengumpulkan data pada tes 9 September meskipun tujuan lain tidak dapat dikesampingkan, seperti menyegel portal atau persiapan lainnya yang berhubungan dengan tes baru," kata kelompok yang dijalankan oleh Johns Hopkins University School of Advanced International Studies ini dilansir Reuters.
Korea Utara diyakini siap menguji coba nuklir lainnya setiap saat dan ada spekulasi itu bisa dilakukan dalam rangka ulang tahun berdirinya Partai Pekerja yang jatuh pada tanggal 10 Oktober.
Namun, Juru bicara Kementerian Unifikasi Korea Selatan Jeong Joon-hee mengatakan tidak ada indikasi tertentu rencana untuk uji coba nuklir bertepatan dengan ulang tahun 10 Oktober.
Korea Utara melakukan uji coba nuklir pertamanya pada tahun 2006. Sejak saat itu negara tersebut menentang sanksi PBB dan menolak perundingan internasional mengenai pengembangan senjata dan rudal.
Amerika Serikat dan Korea Selatan mendorong sanksi ketat terhadap Korea Utara dengan menutup celah yang tersisa di resolusi Dewan Keamanan PBB pada bulan Maret.
Bulan lalu, Korut mengatakan telah berhasil melakukan uji coba mesin roket baru yang akan digunakan untuk meluncurkan satelit. Korea Selatan mengatakan mesin itu dapat digunakan untuk misil jarak jauh.
Korea Utara bulan lalu menembakkan tiga rudal yang terbang sekitar 1.000 km (600 mil). Pada bulan Agustus, menguji rudal balistik dari kapal selam yang ahli internasional katakan sebagai bentuk kemajuan yang cukup besar.
Jepang mengatakan "tindakan provokatif" oleh Korea Utara tidak bisa dikesampingkan. "Pemerintah mengambil semua tindakan yang mungkin dalam pengumpulan informasi, waspada dan mengambil tindakan untuk dapat menanggapi situasi apapun," kata Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU