
Jakarta - Mantan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh menyerukan pengikutnya dan angkatan bersenjata untuk melakukan serangan balasan melawan Arab Saudi.
Saleh, yang adalah sekutu kuat dari kelompok Syiah Houthi, muncul dalam pidato yang disiarkan televisi satu hari setelah serangan udara di Qaah al-Kubra yang diduga dilancarkan pasukan koalisi Saudi.
"Semua anak-anak dan para pejuang kita harus segera membalas dendam dengan meningkatkan serangan-serangan bersenjata di perbatasan dengan Arab Saudi," kata Saleh dikutip Xinhua, Senin, (10/10/2016).
"Komandan pasukan militer kami harus bekerja keras untuk meningkatkan kesiapan tempur untuk membalas dendam terhadap orang Yaman yang tewas oleh pesawat-pesawat tempur Saudi," kata Saleh.
Menurut sumber medis, serangan itu menewaskan lebih dari 160 orang tewas, termasuk pemimpin militer dan pejabat pemerintah yang bersekutu dengan Houthi dan Saleh.
Ratusan lainnya, kebanyakan warga sipil, terluka dan banyak mayat benar-benar terbakar dan berubah menjadi abu, saksi dekat tempat kejadian mengatakan.
Namun, pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi membantah terlibat dalam serangan di Sanaa.
Huthi, didukung oleh pasukan Saleh, menyerbu Sanaa pada bulan September 2014, melawan apa yang mereka katakan sebagai "korupsi pemerintah Hadi." Mereka merebut Sanaa dan banyak bagian dari utara negara itu, memaksa Hadi dan pemerintahannya untuk melarikan diri ke pengasingan.
Koalisi pimpinan Saudi meluncurkan kampanye udara militer terhadap Huthi dan pasukan Saleh pada 26 Maret 2015 untuk mengembalikan Hadi berkuasa dan merebut kembali ibukota.
Serangan udara koalisi dan pertempuran darat menewaskan lebih dari 10.000 orang Yaman, sebagian besar anak-anak dan perempuan, melukai sekitar 35.000 orang lain dan mengusir tiga juta orang, menurut laporan PBB.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU