Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Presiden Kolombia Sumbangkan Uang Nobel Untuk Korban Konflik

Internasional
10 Oct 2016
Presiden Kolombia Sumbangkan Uang Nobel Untuk Korban Konflik

 

Jakarta - Presiden Kolombia Juan Manuel Santos mengatakan akan menyumbangkan uang dari hadiah Nobel Perdamaian yang didapatkannya untuk membantu korban konflik di Kolombia.

 

Santos dianugerahi Nobel Perdamaian karena usahanya  menggapai kesepakatan damai dengan kelompok pemberontak The Revolutionary Armed Forces of Colombia (FARC) bulan lalu. Namun Kesepakatan itu ditolak beberapa hari kemudian oleh pemilih Kolombia dalam referendum.

 

"Tadi malam, saya bertemu dengan keluarga saya dan kami telah memutuskan menyumbangkan delapan juta krona Swedia ( 925.000 dollar) untuk para korban," kata Santos dikutip BBC, Senin, (10/10/2016).

 

Dia membuat pengumuman ini di kota Bojaya, di wilayah utara-barat Choco, setelah mengambil bagian dalam upacara keagamaan bagi orang-orang yang terkena dampak konflik.

 

Kepala komite Nobel Kaci Kullman Lima pada  Jumat lalu mengatakan penghargaan ini sebagai  upaya tegas presiden Santos untuk mengakhiri konflik yang telah mengakibatkan 260.000 orang tewas dan lebih dari enam juta pengungsi di Kolombia.

 

“Penghargaan ini juga harus dilihat sebagai penghargaan kepada orang-orang Kolombia yang belum menyerah terhadap harapan perdamaian yang adil, dan semua pihak yang telah memberikan kontribusi bagi proses perdamaian.”

 

Santos mengatakan mendedikasikan penghargaan nobel ini untuk semua korban konflik.

 

Santos menandatangani kesepakatan dalmai setelah hampir empat tahun perundingan yang diselenggarakan oleh delegasi pemerintah dan pemberontak di ibukota Kuba, Havana. Namun, Kesepakatan damai itu ditolak oleh 50,2% pemilih yang pergi ke tempat pemungutan suara pada 2 Oktober.

 

Panitia mengatakan, mereka yang menolak bukanlah keinginan menolak perdamaian, namun menginginkan perjanjian perdamaian tertentu. “Menemukan keseimbangan antara kebutuhan untuk rekonsiliasi dan memastikan keadilan bagi para korban akan menjadi tantangan yang sulit.

 

Meskipun adanya penolakan, Santos bersumpah untuk melanjutkan pembicaraan dengan pemberontak. Perunding pemerintah sudah kembali ke ibukota Kuba Havana untuk diskusi lebih lanjut dengan para pemimpin FARC.

 

Di Twitter, pemimpin FARC Timochenko menuliskan,  "Saya mengucapkan selamat kepada Presiden Juan Manuel Santos, Kuba dan Norwegia, yang mensponsori proses, dan Venezuela dan Chile, tanpa mereka, perdamaian itu tidak mungkin terjadi."

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X