Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Tersangka ISIS di Jerman Menargetkan Bandara Berlin

Internasional
11 Oct 2016
Tersangka ISIS di Jerman Menargetkan Bandara Berlin

Jakarta - Atas nama ISIS, seorang pengungsi Suriah yang ditangkap di Jerman pada hari Senin lalu sedang merencanakan akan membom sebuah bandara di Berlin.

 

"Kami telah menerima informasi dari dinas rahasia yang awalnya ia menargetkan kereta di Jerman tapi akhirnya memutuskan untuk membom salah satu bandara di Berlin," kata Hans-Georg Maassen kepada Saluran TV ARD.

 

Keputusan untuk menangkap tersangka diambil Jumat setelah ia membeli lem panas meleleh. "Kami pikir ini adalah produk kimia terakhir yang ia butuhkan untuk membuat bom," kata Maassen dikutip AFP, Selasa, (11/10/2016).

 

Ketika pasukan komando menyerbu apartemen pelaku yang bernama Jaber Albakr ini, polisi menemukan 1,5 kilogram (lebih dari 3 pon) dari TATP, bahan peledak buatan sendiri yang digunakan oleh para pelaku jihadis di Paris dan serangan Brussel.

 

“Bahan peledak hampir siap, atau bahkan siap untuk digunakan", kata Joerg Michaelis, Kepala Penyelidik di negara bagian timur Saxony yang menambahkan tersangka menyiapkan bom dalam bentuk rompi bunuh diri.

 

Setelah perburuan dua hari, polisi akhirnya menemukan Jaber dengan bantuan orang Suriah di timur kota Leipzig. Salah satu dari mereka masuk ke kantor polisi dengan foto Albakr di telepon genggamnya dan mengatakan kepada petugas.

 

Orang Suriah itu sebelumnya telah didekati oleh Albakr di stasiun kereta api Leipzig dan meminta perlindungan. Mereka kemudian membawanya pulang. Dia mengatakan Albakr menawarkan mereka 1.000 euro dan 200 dollar supaya bisa bebas.

 

"Dia mencoba menyuap kita, tapi kita mengatakan bahwa dia bisa memberi kami uang sebanyak yang ia inginkan, tapi kita tidak akan membebaskannya," kata salah satu pria kepada televisi RTL. "Kemudian kami punya kabel listrik dan mengikatnya sampai polisi tiba di sana," katanya.

 

"Saya sangat marah dengan dia, Saya tidak bisa menerima sesuatu seperti ini. Terutama di sini di Jerman, negara yang membuka pintu untuk kami"

 

Kanselir Jerman Angela Merkel pada Senin mengungkapkan rasa terima kasihnya dan mengatakan orang Suriah telah membuat kontribusi yang menentukan untuk penangkapan.

 

Albakr memasuki Jerman pada tanggal 18 Februari 2015 dan dua minggu kemudian mengajukan permintaan suaka yang diberikan pada bulan Juni tahun itu.

 

Dua serangan diklaim ISIS di Jerman, pertama aksi amuk dengan  kapak di kereta api yang melukai lima dan bom bunuh diri di Ansbach yang melukai 15. “Pertumpahan darah” telah memicu masuknya hampir 900.000 pengungsi dan migran pada tahun 2015 dari Suriah.

 

Polisi Jerman bulan lalu menahan tiga pria dengan paspor Suriah palsu yang diyakini sebagai salah satu sel ISIS. Mereka juga menangkap pengungsi Suriah berusia  16 tahun di Cologne karena dicurigai akan merencanakan serangan bom atas nama ISIS.

 

Pemerintah Jerman telah mendesak masyarakat untuk tidak menyamakan pengungsi dengan teroris, tetapi mengakui bahwa jihadis mungkin telah memasuki negara itu diantara para pencari suaka yang tiba tahun lalu.

 

Sementara itu,  partai konservatif CDU Merkel menyerukan hak lebih untuk layanan keamanan  dengan memeriksa catatan pencari suaka. Migrant Jihad Darwish, yang tinggal di dekat orang-orang yang tertangkap Albakr, menekankan tidak semua orang Suriah seperti  tersangka terror itu.

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X