
Jakarta – Para pengacara tersangka utama serangan Paris, Salah Abdeslam, memutuskan untuk berhenti membela tersangka.
"Kami memutuskan untuk tidak lagi membela dirinya, " kata pengacara Frank Berton dilansir CNN, Selasa, (12/10/2016).
Abdeslam merupakan satu-satunya yang selamat dari sekelompok orang yang melakukan serangan pada bulan November tahun lalu di Paris. Serangan mematikan itu menewaskan 130 orang dan membuatnya menjadi orang yang paling dicari di Eropa sebelum ia ditangkap di Brussels pada bulan Maret.
Abdeslam yang lahir di Belgia ini tampil pertama di pengadilan pada bulan April. Berton mengatakan kepada BFM TV pada pengadilan pertama Abdeslam untuk menjelaskan hal-hal,terutama radikalisasi dan apa yang terjadi di saat-saat sebelum serangan.
"Dia harus memberitahu kami tentang perjalanannya dan perannya," katanya.
"Kami tahu dan memiliki keyakinan, dia mengatakan kepada kami bahwa ia tidak akan mengungkapkan dirinya dan ia akan menerapkan apa yang kita sebut sebagai hak untuk diam. Apa yang harus kita lakukan? Kami memperingatkan dari hari pertama, saya katakan, jika terus diam, kita akan berhenti pembelaannya, "kata Berton.
Tragedi berdarah yang terjadi di Bataclan dan luar Stade de France merupakan teror paling mematikan dalam sejarah teror Perancis.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU