Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Pemberontak Houthi Sangkal Kehilangan Kuasa Atas Perbatasan Al-Buqa

Internasional
13 Oct 2016
Pemberontak Houthi Sangkal Kehilangan Kuasa Atas Perbatasan Al-Buqa

 

Jakarta - Pemberontak Syiah Houthi Yaman pada hari Rabu membantah laporan yang menyatakan pasukan pemerintah telah menguasai perbatasan Al-Buqa.

 

Saba News Agency dikutip Xinhua, Kamis, (13/10/2016), melaporkan bantahan  datang dalam sebuah pernyataan pemberontak yang mengatakan laporan itu "tidak berdasar" dan mencoba untuk membuat "kemenangan ilusif," Arab Saudi.

 

Menurut pernyataan itu, pasukan pemerintah menderita kerugian besar, “diantara  tentara bayaran dan peralatan militer mereka, termasuk enam kendaraan lapis baja dan dua tank”.

 

Lebih lanjut dinyatakan  tentara pemberontak memiliki kontrol penuh dari titik penyeberangan dan siap untuk menghadapi setiap upaya lebih lanjut.

 

Sebelumnya pada hari itu, media pro-pemerintah melaporkan pasukan yang setia kepada presiden yang diasingkan, Abd-Rabbu Mansour Hadi, menguasai al-Buqa, titik persimpangan di perbatasan Saudi Selatan, yaitu sekitar 100 km sebelah selatan dari provinsi Saudi Najran dan sekitar 150 km sebelah utara dari benteng utama Houthi di   Saada, Yaman

 

Laporan itu tidak memberikan rincian tentang bentrokan atau korban.

 

Menurut media resmi  Saudi dan Yaman, pemberontak Houthi yang didukung oleh pasukan yang setia kepada mantan Presiden Ali Abdullah Saleh, telah berjuang melawan pasukan Arab jauh di dalam Najran, serta provinsi Saudi Asir dan Jizan sejak perang dimulai 19 bulan yang lalu.

 

Houthi menyerbu ibukota Sanaa pada bulan September 2014, melawan apa yang mereka sebut pemerintahan yang korup. Mereka merebut  Sanaa dan sebagian besar wilayah utara, memaksa Hadi dan pemerintahannya untuk melarikan diri ke pengasingan.

 

Koalisi pimpinan Saudi meluncurkan kampanye udara militer terhadap Huthi dan pasukan Saleh pada 26 Maret 2015, yang bertujuan untuk mengembalikan Hadi berkuasa dan merebut kembali ibukota. Upaya ini belum berhasil.

 

Serangan udara koalisi dan pertempuran darat  menewaskan lebih dari 10.000 orang Yaman, sebagian besar anak-anak dan perempuan dan  melukai sekitar 35.000 orang, menurut laporan PBB.

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X