Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Timoleon Jimenez: FARC Akan Jadi Kekuatan Politik Nyata Kolombia

Internasional
13 Oct 2016
Timoleon Jimenez: FARC Akan Jadi Kekuatan Politik Nyata Kolombia

 

Jakarta - Selama empat tahun terakhir pria Kolombia ini  telah menjadi sorotan sebagai kepala salah satu pemimpin gerakan gerilya terakhir di Amerika Latin. Ya, Rodrigo Londono atau biasa dikenal sebagai Timoleon Jimenez, pimpinan puncak dari Revolutionary Armed Forces of Colombia (FARC).

 

"Kami menempatkan senjata dan senapa  tapi kami tetap menjadi organisasi politik dengan keanggotaan kami sebenarnya. Kami meluncurkan ide dengan semua sektor yang menginginkan perdamaian di Kolombia untuk bersatu sebagai gerakan politik dan menjadi alternatif yang nyata di negara kita," kata Rodrigo Londono dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Xinhua, Kamis, (13/10/2016).

 

Mencapai kesepakatan damai di negara Amerika Selatan telah menjadi tujuan Jimenez sejak ia diangkat pada bulan November 2011 sebagai pemimpin FARC.

 

Dan mimpinya kini telah menjadi kenyataan. Sebuah kesepakatan damai akhirnya ditandatangani antara pemerintah Presiden Kolombia Juan Manuel Santos dan FARC pada akhir September.

 

Namun, perjanjian yang dinegosiasikan selama hampir empat tahun ditolak oleh lebih dari 50 persen pemilih Kolombia. Jimenez mengatakan hasil buruk  belakangan ini menghasilkan kesadaran di antara orang-orang Kolombia.

 

"Sebagian besar merupakan harapan kami bahwa perubahan akan terjadi tapi itu dicapai hanya dengan meningkatkan kesadaran, menghasilkan budaya politik, dan memberikan pendidikan yang nyata dan tidak salah informasi. Mereka akan menjadi tujuan utama kami sebagai organisasi politik dalam sistem demokrasi bangsa," katanya.

 

Banyak orang Kolombia menentang perjanjian itu lantaran anggota FARC akan lolos dari pengadilan setelah bertahun-tahun melakukan konfrontasi kekerasan. Namun, kelompok pemberontak menegaskan mereka akan dikenakan pengadilan khusus untuk keadilan seperti yang disepakati dengan pemerintah.

 

"Kesepakatan damai terlihat untuk menyembuhkan luka masa lalu. Sebuah komisi akan menyelidiki kebenaran di balik semua peristiwa kekerasan yang telah terjadi. Tujuannya adalah mencari keadilan dan menawarkan reparasi kepada korban konflik," kata komandan FARC ini.

 

Jimenez mengatakan hal yang paling penting dilakukan dalam rangka untuk  melindungi perjanjian damai adalah mulai mengimplementasikannya. Sekarang, baik Santos dan FARC telah sepakat menyesuaikan kesepakatan sehingga dapat berlaku sesegera mungkin.

 

"Kami berusaha  menciptakan kondisi untuk membuka pintu partisipasi politik di sektor penting dari masyarakat kita seperti petani, masyarakat adat dan banyak lainnya. Kami ingin memberikan kesempatan kepada mereka yang tidak pernah memiliki suara," katanya.

 

Pemimpin FARC ini juga mengatakan kelompok pemberontak akan menjadi partai politik dalam waktu dekat dalam struktur nasional dan dengan tujuan mewakili jutaan orang Kolombia.

 

Untuk usaha baru ini, Jimenez mengatakan organisasi mengandalkan banyak anggota yang sebenarnya untuk berpartisipasi dalam arena politik.

 

"Setiap pejuang FARC bebas  memutuskan apakah akan melanjutkan atau tidak dalam partai politik. Itu tidak akan menjadi kewajiban. Kami berharap, dari sudut pandang ideologis, bahwa sebagian besar dari keanggotaan kita akan terus di partai," kata Jimenez.

 

Namun, banyak orang Kolombia, termasuk FARC, mengingat pengalaman sayap kiri Uni Patriotik pada tahun 1980 ketika lebih dari 3.500 militan, pemimpin politik dan aktivis sosial dibunuh oleh anggota pasukan keamanan negara Kolombia dan kelompok-kelompok paramiliter.

 

"Itulah salah satu alasan kami percaya perjanjian tidak dapat dinegosiasi ulang. Mencapai kesepakatan akhir tidak mudah dan tidak akan tergelincir karena dorongan dari beberapa orang. "katanya.

 

Langkah lain untuk mengakhiri lebih dari 50 tahun perang pemerintah Santos dan kelompok pemberontak terbesar kedua di Kolombia, Tentara Pembebasan Nasional (ELN), pembicaraan damai mereka akan mulai akhir bulan ini.

 

"Kami percaya kawan-kawan dari ELN, yang juga memiliki 52 tahun perjuangan dan pengalaman akan berkontribusi banyak untuk proses perdamaian. Ia  datang pada saat kita harus mempercepat pembangunan perdamaian di Kolombia dan partisipasi mereka penting, "katanya.

 

Ia juga mengucapkan selamat kepada Santos yang berhasil memperoleh Hadiah Nobel Perdamaian dan dedikasinya untuk para korban konflik bersenjata.

 

Jimenez mengatakan akan tetap berkomitmen pada mimpi yang sama yang membuatnya bergabung dengan gerilyawan lebih dari 40 tahun lalu, yaitu memperjuangkan keadilan sosial di Kolombia.

 

"Kami mulai membangun perdamaian di negara yang telah diisi dengan kebencian selama lebih dari setengah abad. Kita harus bergerak melampaui kepahitan, kebencian dan balas dendam dan menanggapi dengan pandangan positif bagi perdamaian di Kolombia," katanya.

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X