
Jakarta - Raja Thailand Bhumibol Adulyadej, pemegang monarki terlama di dunia, meninggal dunia di rumah sakit, Kamis, demikian pengumuman dari istana kerajaan.
Pihak istana tidak memberikan alasan atau penjelasan mengenai meninggalnya Raja Thailand yang meninggal dalam usia 88 tahun pada pukul 15.52 waktu setempat.
"Raja mangkat dengan tenang di Rumah Sakit Siriraj," kata pihak istana dilansir Reuters, Jumat, (14/10/2016).
Thailand pun berkabung atas kematian Raja Bhumibol Adulyadej. Kerumunan masyarakat larut dalam kesedihan di malam hari. Banyak yang berpakaian hitam di jalan-jalan dan bendera setengah tiang berkibar selama 30 hari
Situs-situs berita telah mengubah halaman mereka menjadi hitam dan putih. Salah satu warga Thailand kepada Associated Press dikutip BBC, Jumat, mengatakan "Tidak ada kata untuk menjelaskan perasaan saya sekarang."
"Saya kehilangan salah satu orang yang paling penting dalam hidup saya. Saya merasa seperti saya tidak melakukan cukup baginya. Saya harus berbuat lebih banyak," kata Gaewkarn Fuangtong.
Raja Bhumibol adalah sosok yang menstabilkan negara yang dilanda siklus kekacauan politik dan kudeta. Negara ini telah mengalami kekerasan politik dan pergolakan selama dekade terakhir, serta pemberontakan separatis Muslim di provinsi-provinsi selatan.
Wartawan BBC Jonah Fisher di Bangkok mengatakan raja adalah sosok ayah bagi Thailand, sebuah mercusuar stabilitas negara. Meskipun monarki konstitusional dengan kekuatan resmi terbatas, banyak warga Thailand menganggap Raja Bhumibol campur tangan di saat adanya konstelasi negara.
Dia secara luas dihormati di seluruh Thailand. Raja Bhumibol sakit untuk waktu yang lama. Ketika berita kematiannya diumumkan pada Kamis malam, banyak kerumunan masyarakat berada di luar rumah sakit tempat ia meninggal.
Meskipun perdana menteri mengatakan Putra Mahkota Maha Vajiralongkorn akan menjadi raja baru, ia menambahkan pengumuman resmi akan dibuat di kemudian hari.
Dia mengatakan, putra mahkota akan melakukan tugasnya sebagai pewaris tahta, tetapi telah meminta waktu untuk berduka atas kematian ayahnya. Putra mahkota yang berusia 64 tahun ini kurang dikenal di Thailand dan belum mencapai popularitas yang yang diraih oleh ayahnya. Dia menghabiskan banyak waktunya di luar negeri, terutama di Jerman.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU