Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Kematian Raja Thailand Diperkirakan Tidak Ganggu Perekonomian

Internasional
14 Oct 2016
Kematian Raja Thailand Diperkirakan Tidak Ganggu Perekonomian

 

Jakarta - Thailand tidak mungkin menghadapi gangguan besar ekonomi setelah kematian raja yang sangat dihormati, Bhumibol Adulyadej, meskipun rakyat negeri berduka cita, demikian kata sejumlah analis risiko dan diplomat.

 

Meninggalnya raja berusia 88 tahun setelah mengalami berbagai persoalan kesehatan selama beberapa tahun terakhir diumumkan oleh pihak istana, Kamis.

 

Ratusan orang berkumpul di sisi luar Rumah Sakit Siriraj, Bangkok, sebagian besar menangis. Putra Mahkota Maha Vajiralongkorn yang diperkirakan menggantikan posisi ayahnya mengunjungi ayahnya pada pagi hari. Baik pemerintah maupun pihak istana kerajaan mengumumkan rencana perkabungan dan tidak ada pengumuman lanjutan mengenai suksesi.

 

Pemerintahan militer menekan melalui undang-undang baru ingin memastikan pengawasan atas stabilitas pemerintahan selama beberapa tahun untuk mengontrol transisi kerajaan.

 

Pemerintah mungkin menunda hingga 2018 untuk menggelar pemilihan umum yang dijadwalkan pada tahun depan dan bursa saham di Thailand nilai tukar baht mungkin akan berubah cepat setelah kematian Sang Raja, demikian pengamat risiko dari Eurasia Group dalam laporan yang dikeluarkan sebelum pengumuman kematian Sang Raja.

 

"Kami berharap suksesi kerajaan kepada pewaris yang ditunjuk, Putra Mahkota Maha Vajiralongkorn, akan stabil dan naik-turunnya bursa seiring dengan kematian Sang Raja tidak akan berlangsung lama," kata Eurasia Group.

 

“Secara keseluruhan, dampak terhadap investasi relatif rendah dan terbatas pada apa yang sepertinya hanya pada awal masa berkabung selama 100 hari,” kata mereka menambahkan.

 

Indeks gabungan bursa saham Thailand turun sekitar 6,9 persen, Rabu (12/10), hingga ke level terendah sejak 1 Maret 2016, namun kembali pulih hingga penutupan sebesar 2,5 persen.

 

Bursa saham tersebut ditutup naik 0,47 persen pada Kamis sebelum pengumuman kematian Sang Raja.

 

Ketua analis Nordea Market, Amy Yuan Zhuang, yang berbasis di Singapura, menyatakan bahwa perekonomian tidak terkena sentimen dorongan baht yang bisa menjadi rentan terhadap arus modal keluar.

 

"Kami hanya melihat dua atau tiga hari modal bersih yang keluar dari ekuitas dan pasar obligasi lokal serta nilainya tidak terlalu besar," kata Zhuang. Namun dia  menambahkan aliran modal keluar tidak akan meningkat.

 

Sejumlah perusahaan mungkin menunda beberapa jenis kegiatan, seperti peluncuran produk, selama awal-awal masa perkabungan

 

Seorang pejabat kedutaan salah satu negara Barat di Bangkok menyatakan sejumlah bandar udara tidak mungkin menutup operasinya dalam waktu lama karena Thailand sangat tergantung pada sektor pariwisata. “Bahkan beberapa bar akan tutup dalam beberapa hari, namun setelah itu akan kembali normal dalam waktu sangat cepat, “demikian kata diplomat tersebut.

 

Antara

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X