
.
Jakarta - Majelis Umum PBB, Kamis, menunjuk mantan Perdana Menteri Portugal Antonio Guterres sebagai Sekretaris Jenderal PBB berikutnya menggantikan Ban Ki-moon yang akan pensiun pada akhir tahun ini.
193 anggota Majelis Umum mengadopsi resolusi tentang pengangkatannya secara aklamasi. Masa jabatan lima tahun sekretaris jenderal akan dimulai pada 1 Januari 2017 dan berakhir pada 31 Desember, 2021, sesuai resolusi.
Guterres, politikus berusia 67 tahun, menjabat sebagai Komisaris Tinggi PBB untuk pengungsi dari Juni 2005 sampai Desember 2015. Sebelum bergabung dengan badan pengungsi PBB, Guterres menghabiskan lebih dari 20 tahun di pemerintahan dan pelayanan publik. Dia adalah perdana menteri Portugal 1995-2002.
Pada pengangkatannya, Guterres mengatakan rasa syukur serta tanggung jawab yang mendalam sambil menambahkan dia sepenuhnya menyadari tantangan yang dihadapi PBB.
"Masalah dramatis dunia yang kompleks saat ini hanya dapat menginspirasi pendekatan rendah hati, di mana Sekretaris Jenderal sendiri tidak memiliki semua jawaban, atau berusaha untuk memaksakan pandangannya," kata Guterres dilansir Xinhua, Jumat, (14/10/2016).
"Salah satunya di mana sekretaris jenderal bekerja sebagai convener, mediator, pembangun jembatan dan perantara yang jujur untuk membantu menemukan solusi yang menguntungkan semua orang yang terlibat," tambahnya.
Guterres menyatakan rasa syukurnya kepada Majelis Umum dan Dewan Keamanan untuk mempercayakan dia dengan posisi yang luar biasa ini.
Incumbent Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengatakan kepada Majelis, Guterres tidak hanya membawa pengalaman politik yang mendalam dan padat, tetapi juga telah bertindak sebagai penyelamat bagi berjuta-juta orang terpaksa meninggalkan rumah selama dekade terakhir.
Perwakilan dari lima kelompok regional serta negara tuan rumah PBB mengucapkan selamat kepada Guterres atas pengangkatannya dan telah menjanjikan dukungan baginya untuk memandu PBB dalam menghadapi tantangan di depan.
Pada Kamis lalu, Dewan Keamanan PBB secara resmi dan dengan suara bulat merekomendasikan Guterres sebagai sekjen organisasi internasional terbesar di dunia.
Piagam PBB mengatakan, "Sekretaris jenderal diangkat oleh Majelis Umum atas rekomendasi Dewan Keamanan." Dalam prakteknya, Dewan Keamanan akan membuat pilihan akhir dan mengirim calon tunggal.
Tahun ini, untuk pertama kalinya dalam sejarah PBB, calon Sekjen PBB diminta untuk mengirimkan resume dan menjawab pertanyaan dari negara-negara anggota PBB serta masyarakat sipil selama proses seleksi.
Presiden Majelis Umum Peter Thomson mengatakan, "Saya yakin Guterres akan melayani masyarakat global dengan dedikasi, sebagai otoritas moral, dan menjadi suara hati nurani kolektif kita dan kemanusiaan di seluruh masa jabatannya," katanya. Menurut Thomson, upacara di mana Guterres mengambil sumpah jabatan akan digelar akhir tahun ini.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU