
Jakarta - Cina mendukung kampanye antinarkotika Presiden Filipina Rodrigo Duterte dan akan bekerja sama dengan negara Asia Tenggara itu dalam perang melawan narkoba, menurut Kementerian Luar Negeri Cina, Jumat.
Duterte memenangi pemilihan presiden dengan margin besar pada Mei setelah berkampanye hampir sepenuhnya pada janji-janji untuk menghapus obat-obatan terlarang dan kejahatan.
Hampir 2.300 orang tewas dalam perang terhadap narkoba sejak kampanye dimulai pada 30 Juni, menurut polisi. Sekitar 1.566 orang di antaranya adalah tersangka narkoba yang tewas dalam operasi polisi.
Negara-negara Barat telah menyatakan keprihatinan pada pembunuhan di luar hukum, kekhawatiran yang sangat ditolak oleh Duterte.
Cina juga telah menawarkan dukungan. "Kami memahami dan mendukung kebijakan pemerintah Filipina di bawah Presiden Duterte yang memprioritaskan memerangi kejahatan narkoba," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Geng Shuang dalam konferensi pers harian.
Duterte mengunjungi China pekan depan. Di sana, ia akan bertemu Presiden Cina Xi Jinping. "Seperti yang saya pahami, selama kunjungan Presiden Duterte ke Cina, ia akan berpartisipasi dalam kegiatan yang terkait antinarkoba. Saat ini kedua negara berada dalam komunikasi dekat tentang hal ini," kata Geng.
"Departemen antinarkotika kedua negara sudah mulai menjajaki kerja sama. Saya percaya bahwa hasil akan terlihat segera." Dia tidak menjelaskan lebih lanjut.
Di bawah pemerintahan Duterte, hubungan Manila dengan sekutu tradisional Washington berada di bawah tekanan.
Dia telah memilih untuk mengesampingkan tahun-tahun permusuhan dengan Cina, terutama atas Laut Cina Selatan yang disengketakan, untuk membentuk kemitraan baru. Namun, Duterte belum membebaskan Cina dari kesalahan terkait obat terlarang, dan sudah beberapa kali ia mengatakan bahwa Cina harus berbuat lebih banyak untuk membendung aliran narkotika dari negaranya ke Filipina.
Pada Jumat, juru bicara Kementerian Luar Negeri Filipina Charles Jose menegaskan bahwa Duterte secara tentatif dijadwalkan mengunjungi badan antinarkotika Cina selama kunjungan dan mendapatkan ide tentang bagaimana Cina menangani masalah narkotika.
"Ini belum final tapi saya pikir tujuannya adalah untuk, agar presiden melihat sendiri," kata Jose dalam konferensi pers rutin.
Ia menambahkan Cina mendukung Filipina dalam hal program rehabilitasi dan penegakan hukum.
Filipina pada Rabu mengumumkan pembukaan pusat rehabilitasi besar di pangkalan militer yang didanai oleh taipan Cina, yang akan mampu membantu 10.000 pengguna narkoba.
Antara
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU