
Jakarta – Menurut jajak pendapat yang dirilis Senin, dua hari sebelum final debat presiden, calon presiden dari Partai Demokrat Hillary Clinton memimpin 12 poin nasional atas rivalnya dari Partai Republik Donald Trump.
Survei yang dilakukan oleh Monmouth University menyebutkan mantan Sekretaris Negara ini memiliki dukungan 50 persen sementara Trump 38 persen. Clinton memimpin hanya empat poin dalam jajak pendapat yang sama bulan lalu.
“Kalangan pemilih Clinton cenderung lebih besar karena Monmouth menetapkan hanya lima persen dari pendukungnya tidak mungkin untuk memilih, dibandingkan dengan 10 persen pendukung Trump,” kata laporan dari berita harian TheHill dilansir Xinhua, Selasa, (18/10/2016).
"Suara Clinton telah meningkat di antara semua pemilih terdaftar, namun perbedaan utama antara bulan ini dan bulan lalu adalah para pendukungnya telah menjadi lebih antusias, dan dengan demikian lebih mungkin untuk berubah sementara pendukung Trump telah menjadi kurang," kata survey itu.
Hanya 38 persen pemilih melihat Clinton menguntungkan, dibandingkan dengan 52 persen yang memiliki pandangan negatif tentang dirinya. Itu sedikit perbaikan dari bulan lalu. Trump turun menjadi 26 persen positif dan 61 persen negatif.
Enam puluh persen pemilih mengatakan Clinton memiliki temperamen yang tepat untuk menjadi presiden, dibandingkan dengan 31 persen yang mengatakan hal yang sama tentang Trump.
Jajak pendapat menemukan citra Trump telah rusak karena rilis audio komentar cabulnya di tahun 2005 dan tuduhan dari wanita yang mengatakan ia dilecehkan secara seksual. 62 persen pemilih mengatakan mereka percaya tuduhan itu benar.
Survei Monmouth University dilakukan antara 14 Oktober dan 16 Oktober dengan responden sebanyak 805 pemilih terdaftar secara nasional.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU