Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

ISIS Gunakan Tameng Manusia Dalam Perang di Mosul

Internasional
19 Oct 2016
ISIS Gunakan Tameng Manusia  Dalam Perang di Mosul

 

Jakarta – Penduduk kota  Mosul mengatakan ISIS  menggunakan warga sipil sebagai perisai.

 

Pemimpin ISIS dan dan ahli bahan peledak Fawzi Ali Nouimeh dilaporkan berada di antara ribuan militan garis keras di kota itu dan menunjukkan kelompok militan ini  akan berusaha keras untuk mengusir pasukan koalisi.

 

“Militan ISIS mencegah orang melarikan diri Mosul, “kata salah satu warga dan mengatakan mereka diarahkan menuju bangunan yang digunakan sebelumnya oleh ISIS.

 

"Ini cukup jelas ISIS mulai menggunakan warga sipil sebagai perisai manusia dengan memungkinkan keluarga untuk tinggal di bangunan  yang mungkin akan  menjadi sasaran serangan udara," kata Abu Mahir, yang tinggal di dekat universitas.

 

Seorang anggota Dewan Provinsi Nineveh di Mosul, Abdul Rahman Wagaa, telah meminta pemerintah dan pasukan koalisi untuk memperbarui data target. Ini agar warga sipil tidak terimbas pertempuran.

 

Di Washington, juru bicara Pentagon Kapten Jeff Davis mengatakan warga sipil digunakan sebagai perisai manusia.

 

"Ini sudah berlangsung selama beberapa minggu di mana kita telah melihat warga sipil secara paksa ditahan dan dicegah tidak bisa keluar dari Mosul. Mereka ditahan di sana  ," katanya dilansir kantor berita Reuters, Rabu, (19/10/2016).

 

Sekitar 1,5 juta orang masih hidup di Mosul dan Organisasi Internasional untuk Migrasi mengatakan ISIS bisa  menggunakan puluhan ribu warga Mosul sebagai tameng manusia untuk mempertahankan benteng terakhir mereka di Irak.

 

Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi mengatakan rute aman  untuk warga sipil yang ingin meninggalkan Mosul adalah tugas dari koalisi pimpinan AS dan mencegah pejuang ISIS  melarikan diri ke dekat Suriah.

 

Militer Irak dan pasukan Peshmerga dari otonomi Kurdistan Irak mulai bergerak menuju kota saat fajar pada hari Senin di bawah lindungan pesawat tempur dari koalisi pimpinan AS.

 

Hoshiyar Zebari, seorang pejabat senior Kurdi, mengatakan operasi awal berhasil yang memungkinkan mereka  menguasai 9 atau 10 desa sebelah timur dari Mosul.  “Pada hari Selasa pasukan menyerang fase lain, “ kata Zebari. " Ini akan sangat berhati-hati. Ini adalah operasi berisiko tinggi untuk semua orang. "

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X