
Jakarta - Filipina akan mempertahankan hubungan perdagangan dan ekonomi dengan Amerika Serikat, Menteri Perdagangan Ramon Lopez mengatakan pada hari Jumat, sehari setelah Presiden Rodrigo Duterte mengumumkan "pemisahannya" dari Washington.
Duterte membuat komentar ini di Beijing, di mana ia mengunjungi sedikitnya 200 pelaku bisnis untuk membuka jalan yang disebutnya sebagai aliansi komersial baru setelah hubungannya dengan Washington memburuk.
"Di tempat ini, saya mengumumkan perpisahan saya dari Amerika Serikat," Duterte memberitahu kepada pebisnis dari Cina dan Filipina di Balai Agung Rakyat yang dihadiri oleh Wakil Perdana Menteri China Zhang Gaoli. "Baik dalam militer, tidak mungkin sosial, ekonomi juga."
Atase Pers Kedutaan AS di Manila mengatakan komentar Duterte ini menciptakan “ketidakpastian yang tidak perlu".
"Kami telah melihat semacam retorika ini yang meresahkan dan entah kenapa bertentangan dengan hubungan hangat yang ada antara Filipina dan orang-orang Amerika dan catatan kerjasama penting antara kedua pemerintah kami," kata Molly Koscina Atase Pers Kedutaan AS di Manila.
Dia juga mengatakan, Amerika Serikat akan menghormati komitmen aliansi dan kewajiban perjanjian dengan Filipina. "Dan, tentu saja, kami berharap Filipina untuk melakukan hal yang sama."
Sementara itu, Ramon Lopez berusaha untuk menjelaskan komentar Duterte ini. "Biarkan saya menjelaskan. Presiden tidak berbicara tentang pemisahan," kata Lopez dilansir Reuters, Jumat, (21/10/2016).
"Dalam hal ekonomi, kita tidak berhenti melakukan kerjasama perdagangan, investasi dengan Amerika. Presiden secara khusus menyebutkan keinginannya untuk memperkuat hubungan lebih lanjut dengan China dan kawasan ASEAN yang telah kita bina selama berabad-abad."
"Tapi kita tidak akan menghentikan kegiatan perdagangan dan investasi dengan Barat, khususnya AS"
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU