Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Gencatan Senjata Berakhir, Pertempuran Berlanjut di Aleppo

Internasional
24 Oct 2016
Gencatan Senjata Berakhir,  Pertempuran Berlanjut  di Aleppo

 

Jakarta - Bentrokan dan serangan udara mengguncang kota Suriah Aleppo pada hari Minggu, dan menewaskan tiga warga sipil setelah gencatan senjata tiga hari dinyatakan berakhir oleh sekutu pemerintah Rusia.

 

Gencatan senjata sepihak yang berakhir tanpa evakuasi oleh PBB, yang berharap untuk membawa warga sipil terluka keluar dari wilayah timur yang dikuasai pemberontak dan memberikan bantuan setelah pemboman pemerintah dan pengepungan tiga bulan.

 

Kantor berita AFP, melaporkan Senin, (24/10/2016), di timur kota serangan udara terjadi di daerah yang dikuasai pemberontak.

 

Sementara itu, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan serangan dan tembakan artileri menghantam distrik timur. Observatorium yang berbasis di Inggris ini menambahkan sedikitnya tiga warga sipil termasuk wanita dan anak tewas dalam serangan roketyang menargetkan area yang dikuasai pemberontak.

 

Pada Sabtu malam,  Observatory melaporkan serangan udara pertama sejak Moskow mengumumkan penghentian sementara serangan Rusia yang didukung tentara Suriah untuk merebut kembali wilayah timur kota.

 

Organisasi itu mengatakan sedikitnya tiga orang terluka dalam tembakan artileri di sebelah timur, sementara pemberontak menembakkan rentetan roket dan mortir ke wilayah yang dikuasai pemerintah.

 

Pasukan pemerintah, sementara itu, telah maju di pinggiran selatan Aleppo, Observatorium mengatakan pada hari Minggu, mereka merebut daerah yang dikuasai pemberontak

 

Gencatan senjata sebelumnya dimaksudkan untuk memungkinkan warga sipil dan pemberontak untuk meninggalkan timur. Tentara membuka delapan koridor evakuasi, namun hanya segelintir warga sipil yang dilaporkan telah menyeberang.

 

Para pejabat Rusia dan media pemerintah Suriah menuduh pemberontak mencegah orang meninggalkan dan menggunakan warga sipil sebagai "perisai manusia".

 

Hampir 500 orang tewas dan lebih dari 2.000 terluka sejak tentara Suriah melancarkan operasi untuk merebut kembali Aleppo Timur pada tanggal 22 September.

 

PBB berharap untuk memanfaakan "jeda kemanusiaan" untuk mengevakuasi orang luka parah dan  memberikan bantuan. Namun seorang pejabat PBB mengatakan pada Sabtu bahwa jaminan keamanan belum diterima.

 

Tidak ada bantuan memasuki Aleppo sejak 7 Juli dan Sekjen PBB Ban Ki-moon memperingatkan jatah makanan akan habis pada akhir bulan.

 

PBB telah meminta Moskow untuk mempertimbangkan memperpanjang jeda sampai Senin malam, tapi tidak ada indikasi dari Rusia akan melakukannya. Rusia adalah sekutu utama pemerintah Suriah dan mulai intervensi militer  untuk mendukung Presiden Bashar al-Assad pada bulan September tahun lalu.

 

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan dalam sebuah wawancara yang disiarkan pada hari Sabtu bahwa intervensi itu dimaksudkan untuk "membebaskan" Suriah dan menjaga Assad berkuasa. "Entah Assad di Damaskus, atau Al-Nusra ," katanya, merujuk pada nama Fateh al-Sham sebelum pecah dengan Al-Qaeda. "Tidak ada pilihan ketiga di sini."

 

Lebih dari 300.000 orang telah tewas di Suriah dan lebih dari setengah penduduk negara itu mengungsi sejak konflik dimulai pada Maret 2011.

 

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Marc Ayrault, mendesak masyarakat internasional untuk "melakukan segala sesuatu" untuk mengakhiri "pembantaian" di Aleppo dan melanjutkan upaya-upaya untuk mencapai kesepakatan politik.

 

Ayrault juga menegaskan permintaan untuk resolusi Dewan Keamanan PBB mengutuk penggunaan senjata kimia di Suriah dan "sanksi" terhadap pelaku, setelah para ahli PBB mengatakan tentara bertanggung jawab atas serangan senjata kimia Maret 2015.

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X