
Jenewa - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mendorong agar negara yang tergabung dalam kelompok negara Islam di Inter Parliamentary Union (IPU) memiliki sikap sama terkait prinsip kedaulatan negara dari intervensi asing, khususnya persoalan negara Palestina. Dorongan ini disuarakan karena secara faktual angota IPU punya usulan berbeda terkait resolusi darurat.
Hal ini disampaikan Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Rofi Munawar saat menghadiri pertemuan Islamic Group di IPU Assembly and related meetings, ke-35, di Jenewa, Swis, Senin (24/10/2016).
Usulan berbeda yang dimaksud Rofi seperti perbedaan pemahaman resolusi darurat seperti yang tampak dari tiga negara sesama anggota IPU yaitu Suriah, Maroko, dan Arab Saudi.
"Ketiga negara ini mengajukan resolusi darurat dengan motif berbeda-beda. Tetapi ada satu garis besar yang sama yakni isu mengenai kedaulatan dan ini harus jadi kata kunci. Dan agenda terpentingnya terkait kedaulatan Palestina," jelas Rofi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (25/10/2016).
Rofi menjelaskan isu kedaulatan didorong menjadi penyatu beragam pandangan dari negara-negara tersebut. Rofi mengaku siap melobi lebih lanjut untuk mengkombinasikan isu kedaulatan dengan tantangan kemanusiaan yang saat ini dihadapi dunia.
“Dengan demikian, DPR berharap isu ini diharapkan mendapat dukungan lebih luas dari sekitar 160 parlemen anggota IPU,” ujar politikus PKS itu.
Lebih lanjut, Rofi menjelaskan, Suriah memiliki kepentingan atas pemberlakuan sanksi ekonomi yang kemudian berdampak pada HAM individu termasuk pada pelarangan bepergian. Sementara Saudi memiliki kepentingan atas langkah Kongres AS yang mengesahkan undang-undang yang memperbolehkan warga AS menggugat Saudi atas tragedi 9/11.
"Sementara Maroko mengangkat isu utama PUIC, yakni soal kedaulatan Palestina. Isu-isu ini berkaitan dengan bagaimana kita sebagai negara nasional membentengi kedaulatan kita untuk tidak mudah tunduk pada asing,” tuturnya.
Bagi Indonesia, usulan resolusi darurat yang harus didorong adalah isu Palestina. Pasalnya, tragedy di Palestina mengingat signifikansinya secara politik bagi dunia dan umat Islam. Isu Palestina perlu diangkat terlebih dengan mencuatnya wacana menjadikan Jerusalem sebagai ibukota Israel.
"Ini jelas akan menimbulkan kemarahan global. Oleh karenanya kita perlu mendorong kedaulatan Palestina agar langkah menjadikan Yerusalem sebagai ibukota Israel tidak terwujud," tegas Rofi. (*) Ikram Ramadhan
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU