
hariansuara.com, Jakarta - Persidangan mantan bankir Inggris, Rurik Jutting atas pembunuhan dua wanita Indonesia Sumarti Ningsih dan Seneng Mujiasi digelar di pengadilan Hong Kong, Selasa, (25/10/2016).
Dalam sidang sebelumnya, Rurik mengaku "tidak bersalah" atas dua tuduhan pembunuhan. Rurik menyatakan dirinya akan mengaku bersalah untuk tindak pidana pembunuhan tanpa disengaja (manslaughter) dan dakwaan mencegah penguburan jenazah sesuai hukum.
Jaksa penuntut menyatakan tidak akan menerima pengakuan bersalah Jutting untuk dakwaan pembunuhan tanpa disengaja. Jaksa mengajukan dakwaan pembunuhan terhadap Jutting.
Di persidangan, video mengerikan yang direkam Jutting saat menyiksa korban ditunjukkan kepada juri persidangan. Juri diperingatkan oleh hakim Michael Stuart-Moore bahwa rekaman itu "sangat mengejutkan".
Sumarti Ningsih dan Seneng Mujiasi ditemukan tewas di apartemen Jurik pada 1 November 2014. Jaksa John Reading mengatakan Ningsih disiksa dengan tang, mainan seks dan sabuk selama tiga hari di apartemennya di Wan Chai. “Rurik kemudian membunuhnya di kamar mandi dengan pisau bergerigi,” kata Reading dilansir Daylimail.co.uk, Selasa, (25/10/2016).
Ningsih yang berada di Hong Kong dengan visa pengunjung pernah bertemu dengan Jutting pada kesempatan sebelumnya di sebuah hotel.
Korban enggan setuju untuk bertemu Rurik lagi pada 26 Oktober ketika ia menawarkan dirinya sejumlah uang. “Setelah dia dibunuh, tubuhnya dibungkus lembaran plastik dan selimut, dan dimasukkan ke dalam koper,” kata Reading.
Rurik mencatat rekaman yang menggambarkan bagaimana ia menikmati pembunuhan dan mengatakan ia tidak bisa melakukannya tanpa menggunakan kokain. Tanggal 31 Oktober, rurik bertemu Mujiasih di sebuah bar di Wan Chai dan membawanya pulang setelah menawarkan uang. Keduanya belum pernah bertemu sebelumnya.
“Mujiasih berada di Hong Kong dengan visa pembantu rumah tangga,” kata Reading. Sebelum pergi keluar untuk bertemu dengannya, Rurik menyembunyikan dua pisau di bawah bantal sofa. Dia juga telah membeli obor kecil, ikatan plastik dan palu.
"Dalam salah satu wawancara dengan polisi, terdakwa menjelaskan bagaimana ia pergi keluar malam itu berburu mangsa, dan Mujiasih adalah mangsanya," kata Reading.
Polisi tiba setelah Rurik memanggil mereka, mereka menemukan tubuhnya dalam genangan darah di ruang tamu. Polisi Hong Kin-yip mengatakan posisi Mujiasih menghadap ke bawah di ruang tamu, telanjang dan memiliki luka pada leher dan bagian tubuh lainnya. Tubuh Ningsih ditemukan dalam koper di balkon.
Lulusan Cambridge dan mantan bankir di Bank of America Merrill Lynch, menghadapi tuntutan penjara seumur hidup jika terbukti bersalah atas dua pembunuhan tersebut. (*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU