
Jakarta - ISIS dalam beberapa hari terakhir mengeksekusi puluhan tahanan yang diambil dari desa-desa sekitar kota Mosul.
“Sebagian besar dari mereka yang tewas adalah mantan anggota polisi Irak dan tentara yang tinggal di daerah yang dikuasai ISIS di selatan Mosul, “ kata Abdul Rahman al-Waggaa, anggota dewan provinsi Nineveh dilansir Reuters, Rabu, (27/10/2016).
Para militan ISIS memaksa mereka untuk meninggalkan rumah dan membawa mereka ke kota Hammam Al-Alil, 15 km (9 mil) selatan Mosul, dimana eksekusi berlangsung.
“Orang-orang ditembak mati,” kata dia mengutip kesaksian warga yang tersisa dari desa dan orang-orang mengungsi dari daerah tersebut.
Eksekusi dimaksudkan "untuk meneror orang lain, khususnya mereka yang berada di Mosul dan juga untuk menyingkirkan para tahanan,” katanya.
Secara terpisah, Hoshiyar Zebari, seorang politisi Kurdi berpengaruh di Erbil mengatakan setidaknya 65 orang telah dieksekusi oleh ISIS di selatan Mosul tiga hari lalu.
“Para militan ISIS mulai mengumpulkan sandera di desa Al-Hudd dan Al-Lazzaga, setelah pemberontakan meletus terhadap mereka seminggu yang lalu untuk membantu kemajuan militer,” kata Zebari. Lebih dari 20 dihukum mati di dua desa yang terletak di utara kota Qayyara.
Juru bicara PBB untuk hak asasi manusia, Rupert Colville mengatakan para pejuang ISIS dikabarkan telah menewaskan sejumlah orang di seluruh Mosul pada minggu terakhir. Colville menambahkan pasukan keamanan menemukan mayat 70 warga sipil di desa Tuloul Naser selatan Mosul Kamis lalu.
“ISIS juga dilaporkan telah menewaskan 50 mantan perwira polisi di luar Mosul pada hari Minggu,” katanya.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU